Tanggul Sungai Cikenanga sebelumnya sempat diperbaiki setelah Desa Gamel terendam banjir, pada 20 Januari lalu. Namun, perbaikannya hanya bersifat sementara yakni menambal dengan karung pasir saja, bukan perbaikan secara permanen. Hasilnya jebol lagi.
"Perbaikan ini untuk sementara saja. Soalnya debit air selalu tinggi jadi agak susah untuk melakukan perbaikan," ujar Faozan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan, tanggul Sungai Cikenanga mudah jebol saat debit air sungai naik. Pada 2019, ada Desa Gamel enam kali banjir akibat tanggul tak kuat menahan arus.
Dadang meyakini apabila tanggul Sungai Cikenanga tidak diperbaiki secara permanen, maka banjir akan terus menimpa desa setempat.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.