nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eksekusi Lahan di Riau Ricuh, Warga Bentrok dengan Aparat

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 04:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 05 340 2163435 eksekusi-lahan-di-riau-ricuh-warga-bentrok-dengan-aparat-u56ftN041B.jpg Warga berupaya mempertahankan lahannya yang akan dieksekusi di Desa Gondai, Langgam, Riau (Istimewa)

PEKANBARU - Eksekusi lahan warga di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, berlangsung ricuh. Warga yang berupaya mempertahankan tanahnya yang akan diambil perusahaan perkebunan kelapa sawit dipaksa bentrok dengan aparat keamanan, Selasa (4/2/2020).

Bentrokan terjadi saat petugas mengeksekusi lahan sawit plasma warga. Saat itu alat berat memasuki areal kebun warga yang dieksekusi untuk diserahkan ke perusahaan. Dalam bentrokan itu, tiga warga dikabarkan terluka.

Bentrokan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas juga sempat melepaskan tembakan gas air mata ke arah warga. Namun, warga tetap berusaha mempertahankan lahannya yang diekskusi.

"Ada terjadi bentrokan di lokasi. Situasi saat ini belum kondusif. Warga berusaha mempertahankan lahan mereka dari proses ekskusi. Ada tiga warga yang dikabarkan terluka akibat terkena lemparan," kata Asep Ruhiat, pengacara warga kepada Okezone.

 Ilustrasi

Dia menjelaskan, warga marah karena dijanjikan kalau lahannya tidak diekskusi, namun akhirnya ada yang diratakan dengan alat berat. "Saat ini diperkirakan ada 10 hektare lahan plasma yang ditumbang. Warga berusaha mempertahankan tanahnya yang sudah lama mereka garap," imbuhnya.

Kapolres Pelalawan AKBP Haysim mengatakan bentrokan terjadi karena warga berusaha mengadang aparat yang melakukan ekskusi. Terkait polisi menggunakan gas air mata, Haysim tidak mau menjelaskan lebih jauh.

"Ini sponton dari warga saja, saat lahan plasma dieksekusi. Tidak terjadi bentrokan, jangan dibesar besarkan ya," kata Kapolres.

Luas lahan yang dieksekusi seluas 3.323 hektar yang terdiri dari 2.000 hektar lahan sawit milik PT PSJ dan 1.300 hektar milik warga. Eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI No 1087 K/Pid.Sus.LH/2018 pada 17 Desember 2018. Saat ini 700 warga yang lahannya masuk dalam eksekusi masih melakukan upaya PK (Peninjauan Kembali).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini