Kasus Bullying Pelajar SMP Jadi Viral, Walikota Malang Kumpulkan Kepala Sekolah

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 519 2163762 kasus-bullying-pelajar-smp-jadi-viral-walikota-malang-kumpulkan-kepala-sekolah-0bagFrPekq.jpg Ilustrasi Bullying (Foto: Okezone)

KOTA MALANG - Kasus bullying yang menyebabkan seorang siswa SMP Negeri di Kota Malang harus diamputasi jarinya, mendapatkan perhatian langsung dari Walikota Malang Sutiaji. Peristiwa itu pun sempat menjadi viral di media sosial.

Bahkan, Walikota Malang Sutiaji mengundang seluruh kepala sekolah untuk mengadakan pertemuan secara tertutup di ruang sidang Balaikota Malang, pada Rabu (5/2/2020) pagi.

"Yang saya hadirkan adalah seluruh kepala sekolah baik negeri maupun swasta yang kedua Wakasek III yang berkaitan dengan masalah siswa. Ketiga, pengawas negeri yang mempunyai tugas untuk mengawasi proses belajar mengajar baik di kelas maupun luar kelas," ungkap Sutiaji usai pertemuan tertutup kepada media.

Sutiaji menanggapi harus ada komunikasi antara orangtua dan guru yang harus dilakukan setiap hari, berkaitan ada kejadian apapun di sekolah tersebut.

"Setiap hari, kejadian apapun harus diketahui. (Contoh) Anak enggak masuk hari ini, ya langsung konfirmasi kepada orangtua, kenapa dia enggak masuk sekolah?" ungkap Sutiaji.

Bullying

Baca Juga: Viral Video Bullying Siswi di Kelas, Netizen: Ujungnya Minta Maaf Depan Kamera

Pihaknya juga menyayangkan pihak sekolah SMP Negeri 16 dimana lokasi bullying hingga menyebabkan korban diamputasi.

"Saya sampaikan, kenapa anak ini ada kejadian tanggal 15 (15 Januari 2020), kemarin ya terus kita tahunya baru sekarang. Upayakan sedini mungkin kalau ada kejadian apapun sekolah mengetahui prosesnya," kata Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Burhanuddin berharap adanya kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pengajar.

"Harapan kami kepada teman-teman Kepsek dan pengajar, semoga menjadi pelajaran yang berharga, artinya ke depan lebih berhati-hati lagi, lebih berhati-hati dan waspada dalam menangani anak-anak," tukasnya.

Sebelumnya diketahui, 15 Januari 2020 MR (12) siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Malang, diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Bahkan jari tengah tangan kanan MR sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah. Kepolisian sendiri telah melakukan penyelidikan dan menduga ada penganiayaan terhadap korban.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini