nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Pelajar di Yogya Deklarasi Anti-Klitih, Mereka yang Melanggar Akan Disanksi

Kamis 06 Februari 2020 02:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 06 510 2164026 ratusan-pelajar-di-yogya-deklarasi-anti-klitih-mereka-yang-melanggar-akan-disanksi-tO8U82LWmU.jpg Ratusan pelajar di Bantul, Yogyakarta, mendeklarasikan anti-klitih. (Foto: Kuntadi/iNews)

BANTUL – Seluruh siswa SMPN 3 Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan deklarasi antiklitih dalam apel di halaman sekolah pada Rabu 5 Februari 2020. Mereka menyatakan antigenk, antitawuran, antipornografi dan pornoaksi, serta anti-kekerasan dan bullying.

Kepala SMPN 3 Banguntapan, Kartini, mengatakan deklarasi tersebut didasari keprihatinan dengan banyaknya aksi klitih yang dilakukan kalangan pelajar.

Baca juga: Driver Ojol Disabet Senjata Tajam saat Antar Penumpang 

Sebelum deklarasi, kata dia, sekolah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik Dinas Pendidikan, wali siswa, maupun muspika. Semuanya mendukung aksi ini agar anak-anak lebih sadar tugasnya sebagai pelajar.

"Bagi siswa yang melanggar nantinya akan dikenai sanksi," tegasnya, seperti dikutip dari iNews.id, Kamis (6/2/2020).

Deklarasi ini juga disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Isdarmoko, Camat Banguntapan Fauzan Mu'arifin, komite sekolah, dan wali siswa. Di hadapan para tamu undangan tersebut, sebanyak 635 siswa membacakan ikrar dan menandatangani petisi.

"Ini bisa menjadi pilot project dan bisa ditiru di sekolah lain. Deklarasi adalah sebuah gerakan positif dan diharapkan bisa dilakukan seluruh Bantul, bahkan DIY," kata Isdarmoko.

Baca juga: Jadi Korban Klitih, Driver Ojol Terluka Disabet Senjata Tajam 

Dia mengaku malu dengan adanya aksi klitih yang mencoreng citra DIY sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya yang dikenal santun.

Bagi siswa yang terlibat harus diberikan pembinaan oleh keluarga. Sedangkan yang dijerat dengan hukum tetap harus diproses tanpa mengesampingkan hak-hak sebagai anak.

"Anak-anak butuh pendampingan agar menjadi generasi yang diharapkan," katanya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini