Pelaku Sudah Minta Maaf, Peradi Sebut Risma Harusnya Cabut Laporan

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 06 Februari 2020 21:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 519 2164543 pelaku-sudah-minta-maaf-peradi-sebut-risma-harusnya-cabut-laporan-kyE8L8XoQw.jpg Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Foto: Okezone)

SURABAYA - Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Surabaya, Jatim menyebutkan harusnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mencabut laporan kasus dugaan penghinaan itu. Sebab Risma sudah memaafkan tersangka yakni Dzikria Dzatil.

Namun hingga kini Risma belum mencabut laporan tersebut. Pencabutan laporan dugaan penghinaan itu untuk keteladanan Risma terhadap masyarakat. Sehingga tidak ada lagi proses hukum yang ditangani polrestabes Surabaya.

"Apa yang dilakukan Zikria melalui status Facebooknya cukup memprihatinkan. Kritik yang dikemas dengan penghinaan pribadi bisa memberikan kesan kebencian yang mencolok," terang Ketua Peradi Surabaya, Hariyanto, Kamis (6/2/2020).

Namun Risma, sambung Hariyanto, perlu menahan diri di tengah ingar bingar kebebasan berbicara di media sosial. Dia meyakini kasus ini tidak mendeskreditkan nama Risma.

"Penghinaan kepada Bu Risma itu sama sekali tidak membuat nama Bu Risma jatuh. Itu kita sadari betul, bukan?," ucap Hariyanto sambil tersenyum.

Baca Juga: Sederet Fakta-Fakta Kasus Penghinaan Wali Kota Surabaya Risma

Penghinaan pribadi yang dialami Risma, seharusnya cukup direspon dengan santai dan tenang. Justru dalam situasi ini, Risma bisa jadi teladan bagi masyarakat Surabaya bahkan nasional.

Teladan yang dimaksud adalah dengan memaafkan sekaligus mencabut laporannya. Sehingga tidak ada lagi proses hukum yang saat ini masih berlangsung dengan ditangani Polrestabes Surabaya.

Apalagi laporan Risma disoal elemen masyarakat dengan melaporkan Risma sebagai pelaku penyalahgunaan wewenang. Elemen yang mengatasnamakan warga Kota Surabaya menduga Risma telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai wali kota Surabaya dengan melaporkan Zikria melalui bagian hukum Pemkot Surabaya.

"Kalau itu benar, kami sayangkan juga. Harusnya Bu Risma sendiri yang melaporkan atas nama pribadi atau dikuasakan ke kuasa hukum dan tentu dengan menggunakan biaya pribadi," tandasnya.

Sebelumnya, Zikria Dzatil melalui akun Facebooknya menyebut Risma dengan kodok betina, beserta sebuah foto wali kota Surabaya yang sedang berada di kubangan banjir. Polrestabes Surabaya menjerat Zikria dengan Pasal 27 dan Pasal 28 UU ITE.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini