MALANG - Lembaga pendidikan disebut psikolog anak perlu memberikan suasana yang kondusif dan nyaman supaya kasus - kasus kekerasan yang dilakukan anak.
Dalam beberapa hari terakhir publik dikejutkan kasus kekerasan dan bullying antar-pelajar di Malang, Jawa Timur dan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang menyebabkan dua pelajar menjadi korban.
Di Malang, akibat digendong dan dilempar ke paving oleh rekan - rekannya sesama pelajar SMP Negeri di sekolah yang sama, membuat jari tengah tangan kanannya harus diamputasi.
Baca Juga: Jari Siswa SMP di Malang Diamputasi Setelah Di-Bully dan Dilempar Kawannya ke Tanah
Sementara di Kabupaten Dairi, akibat tendangan di bagian dada oleh SO (14), siswa SMP HKBP Sidikalang berinisial SN (14) tewas sesaat menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Baca Juga: Perkelahian Pelajar SMP, Satu Orang Tewas Kena Tendangan di Dada
Psikolog Anak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Salis Yuniardi, menyatakan dari sejumlah kasus kekerasan maupun bullying di sekolah yang muncul, disebabkan oleh tekanan psikis yang kerap kali muncul di sekolah. Hal itu lantaran beban psikis akibat proses belajar mengajar yang terlalu berat.
"Perlu membangun atmosfer akademik yang membuat setiap anak diperhatikan bakat minatnya, sehingga fokus menikmati cita - citanya, bukan lingkungan sekolah yang menjadi stres bagi psikologis anak. Itu yang penting," ungkap Salis Yuniardi, kepada Okezone.
Maka menurut pria yang juga Dekan Fakultas Psikologi UMM, diperlukan sekolah yang bisa mengembangkan potensi setiap anak, melalui pengembangan kreativitas guru untuk proses pembelajaran.
"Guru harus kreatif untuk menciptakan waktu pembelajaran yang menyenangkan di sekolah. Guru juga menjadi role model untuk muridnya terkait interaksi sosial yang saling menghargai," jelas Salis kembali.
Pihaknya juga mengungkapkan perlunya anak untuk menyalurkan bakat minatnya, melalui ekstra kulikuler (ekskul). Supaya bakat dan minat lebih terasah, tak hanya sekedar di akademik saja.
"Terakhir peran BK, bukan hanya untuk mengatasi masalah namun juga menemukan dan mengenali potensi siswa. Kemudian membantu siswa merencanakan pengembangan dirinya dan secara aktif mendeteksi masalah siswa," tuturnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.