Jari Siswa SMP di Malang Diamputasi Setelah Di-Bully dan Dilempar Kawannya ke Tanah

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 519 2163658 jari-siswa-smp-di-malang-diamputasi-setelah-di-bully-dan-dilempar-kawannya-ke-tanah-v3kRovEsXv.jpg Siswa SMP di Malang, Jawa Timur menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami bullying (Foto: Ist)

KOTA MALANG - Kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan unsur penganiyaan terhadap korban berinisial MS (12). Siswa SMP negeri di Kota Malang, Jawa Timur itu diduga mengalami bullying hingga jarinya harus diamputasi.

Kejadiannya yakni, MS digendong tujuh temannya dan dilemparkan ke tanah sehingga terluka. Setelah itu, jari tangan korban diduga diinjak hingga bengkak. Tak hanya itu, di sekujur tubuhnya juga lebam.

Kasus ini terbongkar setelah pihak sekolah mendengar ada siswanya dirawat di RS Lavalette pada Senin 27 Januari 2020. Pihak sekolah langsung melakukan pengecekan untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

Dari sana diketahui ternyata MS mengalami luka memar di sekujur tubuh. Bahkan, dokter menyarankan supaya jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi.

Baca Juga: Siswi MI Korban Dugaan Bullying di Tasikmalaya Meninggal Dunia 

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, hingga kini telah memintai keterangan terhadap tiga saksi dari pihak keluarga korban dan para terduga pelaku bully. Nantinya, polisi akan memintai keterangan rekan korban yang diduga melakukan perundungan terhadap MS.

“Kita sudah memintai keterangan dari pihak korban dan kita lakukan pemeriksaan khusus terhadap murid-murid yang diduga melakukan penganiayaan,” ujar Leonardus Simarmata, Rabu (5/2/2020).

Ilustrasi

Sementara Kepala SMPN 16 Kota Malang, Syamsul Arifin, tak menampik ada dugaan siswanya mengalami bullying di sekolah. Namun, ia meyakini kalau pun terjadi bukan karena kesengajaan melainkan hanya bercanda anak-anak.

"Secara kronologi, patut diduga ada kekerasan di SMPN 16. Tetapi, kami masih belum tuntas dalam menyelesaikan itu, karena masih berproses. Tetapi kekerasan itu secara pribadi kami punya keyakinan, itu bukan kesengajaan tapi bergurau seusia anak," ujar Syamsul Arifin kepada Okezone.

Baca Juga: Sederet Dampak Negatif bagi Anak yang Jadi Korban Bullying

Ia menambahkan, diduga ada tujuh siswanya yang melakukan bullying kepada MS. Namun, dari catatan sekolah, tidak ada catatan negatif dari ketujuh anak tersebut.

"Kebetulan yang melakukan itu anak-anak yang tidak punya record kenakalan yang sangat keras. Mereka itu anak Badan Dakwah Islam dan Pramuka. Sedangkan, anak yang jadi korban itu memang anak diam sekali, anak pintar sekali," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini