nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditetapkan Tersangka, Wakil Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan Polisi

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 02:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 07 340 2164609 ditetapkan-tersangka-wakil-bupati-bengkalis-mangkir-dari-panggilan-polisi-XMZfwkG13k.jpg Ilustrasi kantor polisi. (Foto: Dok Okezone)

PEKANBARU – Wakil Bupati Bengkalis Muhammad pada Kamis 6 Februari 2020 dipanggil penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terakait kasus korupsi proyek pipa transmisi. Namun orang nomor 2 di Pemerintah Kabupaten Bengkalis itu mangkir.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan penyidik sudah menunggu kehadiran Muhammad sejak pagi. Tapi hingga sore dia tidak kunjung muncul. Muhammad dipanggil terkait peningkatan statusnya menjadi tersangka.

Baca juga: Wakil Bupati Bengkalis Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Pipa Transmisi 

"Hari ini Wabup Bengkalis dipanggil penyidik Direktorat Krimsus sebagai tersangka. Namun sampai saat ini belum hadir. Penyidik belum mendapat konfirmasi tentang apa alasan dia tidak hadir," kata Sunarto kepada Okezone, Kamis 6 Februari 2020.

Dengan ketidakhadiran Muhammad, makanya Polda Riau akan melakukan pemanggilan ulang. Namun belum diketahui jadwal ia dipanggil kembali.

"Penyidik melakukan penjadwalan ulang pemanggilan terhadap tersangka dalam kasus pipa,"imbuh Sunarto.

Kejaksaan Tinggi Riau mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Riau dengan tersangka M sejak 3 Januari 2020. Kasusnya juga sudah dilakukan gelar perkara.

"M sudah ditetapkan tersangka. SPDP dari penyidik Polda Riau sudah ada, " kata Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Riau Hilman Azazi.

Perkara dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, terjadi pada 2013. Saat itu Muhammad menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PU Pemprov Riau.

Nilai proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Inhil adalah Rp3,4 miliar. Setelah ditelusuri proyek ini tidak sesuai spesifikasi.

Dalam proyek tersebut sebanyak tiga orang sudah sudah dijerat. Bahkan perkaranya sudah ke persidangan.

Ketiga orang yang terseret adalah Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, Edi Mufti BE selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek tersebut, serta Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini