3. Unggah Video di Youtube
Tidak seperti pengobatan alternatif lainnya, Ningsih Tinampi merekam aksinya mengobati pasien – pasiennya. Melalui akun Ningsih Tinampi, Ningsih pertama kali mengunggah video pertamanya pada 10 Agustus 2018 di Youtube.
Video dengan judul ‘ANEH...ADA RASA GANJAL DIKAKI, PENGOB ALTER BUK NING PANDAAN’ disaksikan oleh 3.875 kali hingga kini. Video inilah yang menjadi awal mula Ningsih viral.
Menurut Ningsih, ia menggunggah video ke youtube supaya tidak hilang. Dirinya pun mengaku menggunakan youtube sejak pertama kali melakukan pengobatan alternatif.
“Takut kalau videonya hilang. Makanya aku masukkan ke youtube. Nggak niat apa – apa,” tutur Ningsih.
Tak jarang dari sejumlah video yang diabadikan timnya, harus melalui proses edit dengan menyensor sejumlah bagian, lantaran ada sejumlah bagian tubuh yang terbuka.
“Sering kali disensor. Ada orang – orang tidak pakai baju,” imbuhnya.
Tak hanya video terkait proses pengobatannya saja, Ningsih juga menggunggah video di luar pengobatannya. Salah satunya saat Ningsih, tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci dan kegiatan karnaval 17 Agustusan.
Saat ini sendiri akun youtube Ningsih Tinampi, telah mempunyai 2,32 juta subcriber dengan 2,5 ribu video yang diunggah.

4. Pasien Ningsi Antri hingga 2021
Semenjak viral dengan pengobatan alternatifnya, setidaknya ada 150 orang pasien setiap harinya yang datang ke kediaman Ningsih Tinampi di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Bahkan karena terlalu banyaknya pasien, sejumlah pasien harus masuk ‘waiting list’ alias daftar tunggu yang tak sebentar.
Tercatat dari 2019 lalu, daftar antrian pasien bahkan sampai tahun 2021.
“Untuk saat ini, pasien yang sudah terdaftar mencapai 23 ribu hingga tahun 2021,” jawab Imam Larsono, Asisten Ningsih Tinampi.
Banyaknya pasien yang hadir membuat Ningsih menutup pendaftaran bagi pasien baru sejak 4 Oktober 2019 lalu. Pendaftaran baru dibuka sejak 31 Maret 2020.
5. Tarif Ningsih dari Rp 300 ribu hingga Jutaan Rupiah
Menurut Asisten Ningsih Tinampi, Imam Larsono, Ningsih membuka dua cara pendaftaran pasiennya, reguler dan khusus.
“Kalau untuk jalur reguler mulai Rp300 ribu pendaftrannya dan gratis untuk orang yang tidak mampu. Kalau untuk jalur khusus, mulai Rp1,5 juta. Jalur khusus setiap hari 60 pasien, jalur reguler ada 150 pasien,” papar Imam.
Selain dua tarif ditawarkan Ningsih, ada satu tarif lagi yang banyak diminati oleh kalangan kaya, yakni lepas pocong. Sekali berobat tarif ini bisa dipatok Rp5,5 juta.
“Yang paling mahal lepas tali pocong, paling mahal Rp5.550.000,” tambahnya.