Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 07 Februari 2020 |22:14 WIB
Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi
Pengobatan ala Ningsih (Foto: Okezone/Avirista)
A
A
A

6. Kembangkan Perekonomian Masyarakat Sekitar

Ramainya pasien yang berobat ke rumah Ningsih Tinampi, dimanfaatkan sejumlah masyarakat sekitar kediaman Ningsih untuk membuat usaha lainnya.

Sejumlah usaha mulai berdagang makanan, pakaian, hingga menyediakan homestay dibuat oleh masyarakat sekitar.

Sejumlah pasien yang datang dari luar Pasuruan, bahkan luar Pulau Jawa, membuat ‘bisnis’ homestay atau penginapan ramai. Sambil menunggu antrian diobati, pasien dan keluarganya menginap di homestay tersebut.

7. Mengaku Bisa Datangkan Malaikat, Nabi, hingga Dajjal

Sejumlah video yang diunggah Ningsih Tinampi cukup menuai kontroversi, di video saat mengobati seorang mahasiswa misalnya. Pasien tersebut kerasukan makhluk gaib yang mengaku sebagai anak buah dajjal.

Di lain waktu video Ningsih yang mengaku bisa memanggil nabi dan malaikat, hal ini membuat Ningsih sempat dikecam oleh sejumlah masyarakat.

Alhasil Ningsih pun sempat memberikan klarifikasi video yang terlanjur diunggah di akun youtube miliknya. Menurut Ningsih, apa yang terjadi di video tersebut karena dirinya sering menangani pasien – pasien yang mendapatkan gangguan makhluk gaib.

“Saya minta maaf itu karena kecerobohan dan kebodohan saya. Saya mohon maaf sebesar – besarnya untuk seluruh warga Indonesia. Memang terlalu banyak makan demit (setan),” lanjutnya.

8. Dapat Perhatian dari Gubernur Jatim

Kian ramainya pasien yang berdatangan ke pengobatan alternatif, membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun buka suara. Khofifah bahkan telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau pengobatan guna memastikan pengobatan tidak destruktif.

“Sejauh info yang sampai ke saya, tidak ada sesuatu yang menjadikan destruktif. Jadi kalau misalkan ada zat-zat kimia tertentu pasien ditidurkan, dikasih air, bagaimana memastikan airnya tetap air yang sehat,” tutur Khofifah Indar Parawansa.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga mengaku telah berkoordinasi dengan Universitas Airlangga (Unair) yang memiliki program studi pengobatan tradisional dan RSUD dr. Soetomo terkait aktivitas Ningsih.

Ningsih

9. Disidak oleh Dinkes Jatim atas Perintah Gubernur

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Sidak ini merupakan perintah dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Ada semacam pembinaan dari provinsi karena diperintahkan Gubernur terkait aktivitasnya (Ningsih)," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinjes Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Timur Dian Islam menyebut bahwa pengobatan yang dilakukan Ningsih Tinampi sebagai sesuatu yang di luar medis. Namun pihaknya enggan menyebut apakah pengobatan yang dilakukan Ningsih sesuai standar atau tidak.

"Kita tidak bisa, itu metode beliau. Bukan rani kami. Kalau kami melihat faskes (Fasilitas Kesehatan), barulah kami bisa mengatakan ini tidak sesuai SOP atau sesuai. Kalau ini di luar medis, mohon maaf. Belum bisa kami sampaikan," ucap Dian Islami. 

10. Pemerintah Bina Ningsih Tinampi

Meski apa yang dilakukan Ningsih pengobatan dan terbukti hasilnya, namun pihak Dinkes Jawa Timur menjelaskan apa yang dilakukan Ningsih berbeda dengan metode medis, sehingga pasiennya bukan kategori pasien medis.

Pihaknya hanya meminta Ningsih, untuk me-manage setiap pasien yang mengantri supaya tidak menimbulkan penyakitan baru atau kesakitan baru bagi pasien.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan, Sujarwo menyatakan kunjungan lintas instansi mulai dari Dinkes provinsi dan kabupaten, kepolisian, TNI, hingga IDI ke kediaman Ningsih untuk memberikan pembinaan dengan memberikan masukan.

“Jadi bukan sesuatu yang aneh. Ini kami hanya kunjungan untuk memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi. Kalau teknisnya, dari Dinkes Jatim saja yang menjelaskan,” tukasnya.

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement