nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKL di Cirebon Dipenjara karena Tak Bayar Denda Berjualan di Trotoar

Sabtu 08 Februari 2020 03:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 08 525 2165235 pkl-di-cirebon-dipenjara-karena-tak-bayar-denda-berjualan-di-trotoar-Qbe2MJPibc.jpg (Foto: iNews.id/Miftahudin)

CIREBON – Sulaiman (49), pedagang kaki lima (PKL) di Cirebon, Jawa Barat akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah tiga hari dipenjara di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Pelabuhan Kota Cirebon, Jumat (7/2/2020).

Sebagaimana diberitakan iNews.id, warga Desa Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu ditahan karena berjualan di atas trotoar. Saat itu, Sulaiman tidak mampu membayar denda sebesar Rp152.000. Sejumlah rekan sesama PKL yang ikut menjemput bebasnya Sulaiman terlihat sangat terharu.

Sulaiman mengatakan, kejadian itu berawal saat terjadi penertiban pada 13 Januari 2020. Saat itu, ada 17 PKL di kawasan Jalan Sudarsono tepatnya depan RSUD Gunung Jati yang terjaring razia penertiban. Sulaiman yang berjualan menggunakan gerobak becak kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Cirebon.

“Saya diberi kertas tilang untuk penebusan nanti setelah sidang. Seminggu kemudian, sidang digelar. Semua teman saya waktu itu pada bayar denda. Saya sendiri yang tidak bayar denda. Alasannya, saya enggak punya duit jadi tidak bisa bayar denda sebesar Rp152.000,” katanya.

Baca juga: Pria Bawa Catatan Silsilah Kerajaan Brawijaya Ngamuk di Jalanan

Sulaiman mengatakan, sebenarnya dirinya bisa saja tidak dipenjara jika saat itu mampu membayar denda, namun karena dia tidak memiliki uang akhirnya menerma sanksi berupa kurungan penjara selama tiga hari karena dianggap melanggar Peraturan Daerah No 2 Tahun 2016.

Meski pernah dipenjara, Sulaiman mengaku tidak kapok dan ingin tetap berjualan sebagai penjual minuman dan makanan ringan di trotoar jalan. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menyambung hidup dan membesarkan ketiga anaknya serta merawat istrinya yang sedang sakit.

Anak Sulaiman, Eka mengatakan, nasib yang dialami orang tuanya menjadi pelajaran dalam hidupnya terutama sesama PKL yang selama ini berjualan dan tidak ditempatkan sebagaimana mestinya. “Waktu denger bapak dipenjara karena tak bisa bayar denda sedih banget. Kebetulan saat itu, ibu juga lagi sakit,” ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini