nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wilayah Cirebon Masih Terendam Banjir 1 Meter

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 08 525 2165430 wilayah-cirebon-masih-terendam-banjir-1-meter-xbHKPNuh0Y.jpg Warga Cirebon di tengah-tengah banjir (foto: Okezone.com/Fathur)

CIREBON - Sebagian wilayah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020) sore masih terendam banjir. Ketinggian air bahkan sempat mencapai 1 meter.

Salah satu wilayah yang masih terendam banjir adalah Desa Wanakaya dan Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dari pantauan Okezone di lokasi, banjir merendam ratusan rumah warga di dua desa itu dengan ketinggian berkisar antara 60 cm sampai 70 cm. Bahkan air nampak masuk ke dalam rumah-rumah warga, meski bangunan rumah tersebut sudah ditinggikan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra, banjir di Desa Wanakaya dan Desa Astana disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai Condong sepanjang enam meter. Sehingga mengakibatkan air meluap dan merendam ratusan rumah warga.

 Cirebon Banjir

Dijelaskan Dadang, Desa Wanakaya dan Desa Astana menjadi muara aliran sungai Condong, Cipager, dan sungai Pekik. Ia mengatakan, ketika debit air meningkat, secara otomatis dua desa ini akan menerima dampaknya.

"Ada tanggul yang jebol sepanjang enam meter. Sehingga mengakibatkan air meluap dan merendam pemukiman warga, " kata Dadang kepada Okezone, Sabtu (8/2/2020).

Lebih lanjut Dadang menerangkan, secara keseluruhan ada sepuluh kecamatan di Kabupaten Cirebon terdampak banjir. Penyebab banjir sendiri rata-rata diakibatkan oleh luapan air sungai menyusul hujan deras yang terjadi sejak Jumat 7 Februari 2020 sore.

Masih dikatakan Dadang, pihaknya akan melakukan perbaikan sementara terhadap tanggul sungai Condong yang jebol. Perbaikan ini dilakukan dengan cara menambal tanggul tersebut menggunakan karung pasir dan bambu.

"Tadi pagi ada enam kecamatan. Sekarang bertambah sepuluh. Air di Desa Wanakaya masih naik, " tutur Dadang.

Petugas gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, dan Polri masih bersiaga di dua desa tersebut. Petugas pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengawasi anak-anaknya. Mengingat ketinggian air masih berpotensi meningkat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini