Boncengan Motor dengan Siswa SMP, Anak SD Tewas Usai Kecelakaan

Agregasi Balipost.com, · Senin 10 Februari 2020 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 09 244 2165846 boncengan-motor-dengan-siswa-smp-anak-sd-tewas-usai-kecelakaan-FG9jppBTdi.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BALI - Siswa SD dan SMP naik motor lagaknya jadi hal biasanya saja. Tapi kalau sampai terjadi kecelakaan hingga nyawa melayang, siapa yang mau tanggung jawab?

Seperti yang terjadi di kawasan Sanur, Denpasar. Di mana kecelakaan lalu lintas melibatkan pelajar SD dan SMP dengan seorang kakek terjadi di Jalan Danau Tempe, tepatnya depan minimarket, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (9/2/2020).

Akibat kejadian tersebut, siswi SD berinisial QAM (11) tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan khususnya di bagian kepalanya.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, mengatakan, sebelum kejadian korban dibonceng temannya berinisal KNAL (11), siswi SD kelas VI, mengendarai sepeda motor.

Sedangkan di depan korban, melaju sepeda motor dikendarai OA (13), membonceng PAP (13), sama-sama pelajar SMP dan tanpa mengenakan helm. “Kedua siswa SMP ini juga tidak mengenakan helm,” ungkapnya.

Setibanya di TKP, KNAL dengan kecepatan tinggi hendak menyalip yang dikendarai OA. Sementara dari arah berlawanan melaju sepeda motor dikendarai Iyan (60), Jalan Sesetan Gang Lumba-lumba, Densel. Saat itu Iyan tidak mengenakan helm.

Akibat kejadian tersebut, kepala KNAL benjol, kelopak mata kiri sobek, pipi kanan, alis kanan ,dan tangan kiri lecet. Sedangkan kondisi QAM hidungnya keluar darah, rahang bawah retak, kepala kanan robek, tulang kepala belakang retak, dan tewas di lokasi kejadian.

Baca Juga : 5 Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Korona ala Kemenakertrans

Sementara, Iyan mengalami cedera bahu kiri patah, tangan kanan dan kaki kanan sobek. Untuk kondisi OA hanya lecet di telapak tangan kiri dan PAP cuma siku tangan kanannya lecet. Selanjutnya para korban dibawa ke rumah sakit.

“Sejumlah saksi dimintai keterangan dan barang bukti dibawa ke Polresta. Kami mengimbau kepada para orangtua agar mengawasi anak-anaknya. Kalau masih di bawah umur jangan diizin mengendarai kendaraan,” pinta Iptu Yaqin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini