Gereja Katolik di Singapura Imbau Umat yang Sakit Tidak Menghadiri Misa

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 18 2166543 gereja-katolik-di-singapura-imbau-umat-yang-sakit-tidak-menghadiri-misa-49h6Vhh6v2.jpg Surat edaran Keuskupan Gereja Katolik Singapura terkait virus korona. (Foto/Facebook Catholic Life Singapore)

SINGAPURA - Gereja Katolik di Singapura megimbau umatnya yang sakit, dengan gejala seperti flu untuk tidak menghadiri ibadah Misa.

"Melewatkan Misa pada hari Minggu atau hari-hari suci saat sakit bukanlah perbuatan dosa,"tulis surat resmi Keuskupan Agung Singapura yang diunggah di grup Facebook Catholic Life Singapore mengutip Strait Times, Selasa (11/2/2020).

Surat tersebut ditandatangani oleh Pastor John Paul Tan OFM, JCL yang mewakili Keuskupan Agung Singapura tertanggal 24 Januari 2020.

Baca juga: Korban Tewas Virus Korona Tembus 1.018 Orang

Baca juga: Baru Pulang dari China, 68 Orang Dikarantina di Sumut

Dalam surat itu, pihak Keuskupan juga mengingatkan agar para pastor yang memiliki gejala seperti flu tidak beraktivitas dan kontak langsung dengan masyarakat.

Surat itu dikeluarkan menyusul wabah virus korona yang sudah sampai ke Singapura.

"Perjamuan suci akan ditangguhkan,"tambah surat itu.

Perjamuan suci merupakan ibadah yang dijalankan oleh umat Katolik untuk mengenang Perjamuan Kudus yang dilakukan Yesus dan para muridnya. 

Dalam perjamuan itu setiap jemaat mendapatkan roti yang dicelupkan ke dalam anggur (dalam satu piala) kemudian memakannya.

Karena itu, saat misa, roti yang diterima tidak akan dicelupkan ke dalam anggur misa. Dan roti yang kerap disebut hosti tidak akan diterimakan lewat lidah melainkan dibagikan lewat tangan saja.

Data dari Kementerian Singapura menyebutkan, virus korona telah menginfeksi 45 warga yang tinggal di negara itu. Salah satunya seorang perempuan pekerja migran Indonesia berusia 44 tahun.

Sedangkan di China, Komisi Kesehatan China melaporkan jumlah korban tewas akibat virus korona telah menembus 1.016 orang serta menginfeksi 42.638, dan 7.333 di antaranya dalam keadaan parah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini