nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Klitih Ditangkap Polisi Berawal dari Pengungkapan Kasus Narkoba

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 17:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 510 2166881 pelaku-klitih-ditangkap-polisi-berawal-dari-pengungkapan-kasus-narkoba-KlfQIdtuLH.JPG Polisi ringkus pelaku klitih dan pemakai tembakau gorila (Foto: Okezone.com/Kuntadi)

BANTUL – Satresnarkoba Polres Bantul, DIY menangkap seorang mahasiswa berinisial RHS (19), warga Klaten, Jawa Tengah yang tinggal di Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. RHS ternyata seorang pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Setiap menjalankan aksinya, dia selalu mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Pengungkapan ini justru berawal dari keberhasilan petugas mengungkap peredaran kasus narkoba. Kaurbinops, Satresnarkoba Polres Bantul, Iptu Langgeng Utomo mengatakan, RHS ditangkap pada Kamis 9 Januari 2020 sekitar pukul 21.30 WIB di depan Hotel The Fort, Jalan Bugisan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga linting tembakau gorila dan dua tablet pil alprazolam.

Barang-barang ini disimpan di dalam bekas bungkus rokok yang disimpan di dalam tas. Berdasarkan pengakuan RHS, tembakau gorila ini dibeli dari tersangka D dan R. Sedangkan pil alprazolam dibeli dari temannya dengan inisial T. Dari informasi ini petugas mengamankan D di rumahnya yang ada di Jalan Kaliurang KM 4,5 Sleman dan dilanjutkan menangkap R di rumahnya di Caturtunggal, Depok, Sleman.

“Saat diamankan R ini masih menyimpan irisan daun tembakau gorila di saku celananya, ”jelas Langgeng di Mapolres Bantul, Selasa (11/2/2020).

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, R mengakui sebagai pengedar arang berharga. Bahkan dia juga mengaku sebagai salah satu pelaku kejahatan jalanan yang dikenal dengan klitih. Setidaknya, dia telah melakukan penganiayaan di empat lokasi terpisah.

“Sebelum melakukan kejahatan, dia mengonsumsi narkoba. Tujuannya agar lebih berani dan meningkatkan mentalnya,” jelasnya.

Sementara itu tersangka RHS mengakui telah melakukan aksi kekerasan di jalanan. Dia selalu mengawalinya dengan mengonsumsi obat-obatan terlarang, agar lebih berani. “Pokoknya semakin tinggi (nyalinya) gitu,” ucapnya.

Menurutnya, dalam setiap aksinya, selalu dilakukan secara beramai-ramai. Setidaknya dia melakukan bersama dengan lima orang rekannya. Biasanya mereka menggunakan tiga sepeda motor dan beraksi di beberapa tempat secara acak.

“Siapa yang ditemui di jalan langsung diserang,” kata dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini