nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Bullying Pelajar SMP di Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 22:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 11 519 2166941 2-orang-ditetapkan-tersangka-kasus-bullying-pelajar-smp-di-malang-8Bt1jFMFgE.jpg Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata (foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Polresta Malang Kota akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus bullying pelajar SMP negeri di Malang, yang berakibat diamputasinya jari tengah tangan kanan korban bernama MS.

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan dua orang tersangka dari rekannya sesama pelajar.

"Kemarin sudah ditetapkan dua tersangka anak, dengan inisial WS dan RK. WS pelajar kelas VIII dan RK pelajar kelas VII," ujar Leonardus Simarmata, di Mapolresta Malang Kota, Selasa (11/2/2020).

 Baca juga: Wali Kota Malang Fokus Pemulihan Psikis Korban Bullying Pelajar SMP

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini menjelaskan, peran dari kedua tersangka yang masih di bawah umur ini yakni ikut mengangkat dan melemparkan MS sebanyak dua kali.

"Saudara RK dan WS, keduanya memegang korban dan mengangkat lalu menjatuhkan ke paving. Lalu mengangkat dan menjatuhkan lagi ke pot," terangnya.

Penetapan tersangka ini setelah kepolisian memeriksa 23 saksi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dua orang guru BK, serta sepuluh orang pelajar SMP tersebut. Sedangkan dari pihak korban, kepolisian memintai keterangan MS dan tiga orang dari keluarganya.

 Baca juga: Wali Kota Malang Tegur Kadisdik Pasca-Kasus Bullying Pelajar SMP

Pihak rumah sakit pun turut dimintai keterangan, setidaknya ada tiga orang dokter spesialis yang menangani kesehatan MS dan memeriksa hasil visum juga turut dimintai keterangan.

Sebelumnya, 15 Januari 2020 MS (12) siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Malang, diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Bahkan akibat luka ini dua ruas jari tengah tangan kanan MS, sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah. Kepolisian sendiri telah menerima hasil visum dari pihak RS Lavalatte dan telah menaikkan ke tahap penyidikan dari penyelidikan.

Hingga Jumat ini setidaknya ada 18 orang saksi, termasuk tiga orang saksi dari pihak sekolah yang telah dimintai keterangan, terkait dugaan bullying yang menjurus kekerasan pada pelajar berinisial MS.

Senin ini kepolisian kembali mengagendakan memintai keterangan terhadap tiga orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, pihak keluarga korban, dan dokter rumah sakit.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini