nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wali Kota Malang Fokus Pemulihan Psikis Korban Bullying Pelajar SMP

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 21:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 519 2166156 wali-kota-malang-fokus-pemulihan-psikis-korban-bullying-pelajar-smp-jxviq9OSgQ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOTA MALANG - MS, pelajar kelas VII korban bullying oleh rekannya sesama pelajar di salah satu SMP negeri di Kota Malang, terus berangsur - angsur pulih secara fisik.

"Saya sudah koordinasi dengan Direktur rumah sakit Lavallete cukup menggembirakan. Saya juga sudah konfirmasi ke keluarga dalam hal ini pamannya, yaitu Taufik Alhamdulillah perkembangannya semakin bagus," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

 Baca juga: Wali Kota Malang Tegur Kadisdik Pasca-Kasus Bullying Pelajar SMP

Saat ini pihaknya masih berfokus pada pemulihan kejiwaan MS, yang dinilainya masih belum cukup stabil.

"Insya Allah fokus kita yaitu kejiwaan. Kejiwaan ini kan tolak ukurnya, instrumennya memang banyak dan instrumennya itu fluktuatif, banyak hal yang berpengaruh dan menurut media besok sudah bisa pulang," tutur pria berkacamata ini.

Dirinya telah memerintahkan sejumlah tim psikolog yang berasal Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Sosial untuk melakukan pendampingan dan asesmen.

"Ada pendampingan psikolog dari P2TPA, Dinas Sosial. Psikolog tidak hanya ke korban tapi juga pelaku. Kami sudah ciptakan ramah anak ini hanya kecelakaan," pungkasnya.

 Baca juga: Imbas Kasus Bullying Siswa SMP di Malang, Kepala Sekolah Dicopot

Sebelumnya, 15 Januari 2020 MS (12) siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Malang, diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Bahkan akibat luka ini dua ruas jari tengah tangan kanan MS, sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah. Kepolisian sendiri telah menerima hasil visum dari pihak RS Lavalatte dan telah menaikkan ke tahap penyidikan dari penyelidikan.

Setidaknya ada 18 orang saksi, termasuk tiga orang saksi dari pihak sekolah yang telah dimintai keterangan, terkait dugaan bullying yang menjurus kekerasan pada pelajar berinisial MS. Saat ini, kepolisian kembali mengagendakan memintai keterangan terhadap tiga orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, pihak keluarga korban, dan dokter rumah sakit.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini