Wali Kota Malang Tegur Kadisdik Pasca-Kasus Bullying Pelajar SMP

Avirista Midaada, Okezone · Senin 10 Februari 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 519 2166121 wali-kota-malang-tegur-kadisdik-pasca-kasus-bullying-pelajar-smp-k3EDPXNcFr.jpg Wali Kota Malang, Setiaji (foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Wali kota Malang Sutiaji memberikan teguran keras kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang, pasca kasus bullying yang menyebabkan seorang pelajar salah satu SMP negeri di Malang kehilangan jari tengah akibat diamputasi.

Menurut Sutiaji, Kadisdik Kota Malang Zubaidah mengeluarkan keterangan di hadapan awak media yang menganggap apa yang terjadi pada pelajar MS, merupakan bercandaan teman - temannya dan karena terjepit gesper sabuk.

"(Sanksi) Termasuk Bu Zubaidah itu kelalaiannya dia, bukan kelalaian pada bukan tidak menjalankan tugas, itu tidak. Tapi kelalaian dia karena input data dan langsung publish itu yang hingga sekarang yang di bully Bu Zubaidah," tutur Sutiaji, Senin (10/2/2020).

 Baca juga: Imbas Kasus Bullying Siswa SMP di Malang, Kepala Sekolah Dicopot

Akibat teguran keras dari sang walikota ini nasib Zubaidah, sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dipertaruhkan dalam enam bulan ke depan.

"Itulah yang kemarin saya peringatkan, dan kami beri peringatan enam bulan, untuk melakukan perbaikan kinerjanya," tegasnya.

Kejadian kemarin menurutnya, bisa menjadi pelajaran bagi Zubaidah supaya melakukan kroscek dan turun lapangan untuk memastikan kebenaran yang terjadi.

"Karena mendapat informasi dari pihak sekolah, maka ini perlu akurasi data saat akan menyampaikan statement dan lainnya," tukasnya.

 Baca juga: Fakta-Fakta Pelajar di Malang Korban Bullying: Trauma hingga Jari Diamputasi

Sebelumnya, pada 15 Januari 2020 MS (12) siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Malang, diduga mengalami bullying yang menyebabkan sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya.

Namun parahnya pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang justru 'menutupi' dengan mengatakan hal tersebut sebagai bercanda dan korban tidak menderita cedera yang serius.

Namun pada Faktanya, akibat bullying yang menjurus kekerasan ini dua ruas jari tengah tangan kanan MS, sampai harus diamputasi lantaran luka yang cukup parah. Kepolisian sendiri telah menerima hasil visum dari pihak RS Lavalatte dan telah menaikkan ke tahap penyidikan dari penyelidikan.

Hingga saat ini ada 18 orang saksi, termasuk tiga orang saksi dari pihak sekolah yang telah dimintai keterangan, terkait dugaan bullying yang menjurus kekerasan pada pelajar berinisial MS.

Kepolisian kembali mengagendakan memintai keterangan terhadap tiga orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, pihak keluarga korban, dan dokter rumah sakit.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini