Digigit Ular Berbisa, Sel Darah Balita di Cirebon Menurun

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 23:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 525 2166954 digigit-ular-berbisa-sel-darah-balita-di-cirebon-menurun-i0pVlNneZQ.JPG Ilustrasi (Ist)

CIREBON – Wakil Dirut RSD Gunung Jati, dr Maria menyebut, bocah yang digigit ular berbisa pada Sabtu 8 Februari 2020 saat ini kondisinya masih koma. Bocah itu masih harus mendapat perawatan intensif di ruang PICU RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Kondisinya sampai saat ini masih koma. Kurang lebih empat hari dia dirawat di sini," kata Maria saat ditemui Okezone, di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memastikan jenis ular apa yang menggigit balita malang itu. Sebab, dari hasil pemeriksaan awal, diketahui toksin dari bisa ular itu sangat berbeda dengan jenis toksin yang terkandung dalam bisa ular kobra ataupun bisa ular weling.

Menurutya, toksin dari bisa ular yang menggigit korban itu menyerang dan merusak sistem saraf serta sel darah. Bahkan saat ini diketahui jika sel darah korban mengalami penurunan. Namun, Maria tidak menyebutkan secara detail sel darah apa yang mengalami penurunan.

"Kami sedang melakukan berbagai macam upaya. Korban belum sadar. Sel darahnya mengalami penurunan," ujar Maria.

Ular Kobra di Belakang Lemari/Foto: Putra Ramadhani

Sementara itu di tempat berbeda, Kadinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, perlu penanganan khusus dalam melakukan perawatan terhadap korban. Bahkan, Eni dan pihak RSD Gunung Jati sampai-sampai harus mendatangkan seorang dokter WHO dari Kemenkes yakni dr Tri Maharani untuk menangani balita tersebut.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon yang terdampak banjir, kata dia, menjadi kawasan rentan ditemukannya ular berbisa. Guna mengantisipasi hal serupa, Dinkes Kabupaten Cirebon sudah menyediakan serum anti bisa ular sebanyak 100 vial.


Baca Juga : Bocah 5 Tahun di Cirebon Koma Usai Digigit Ular Berbisa

Dirinya mengimbau masyarakat selalu waspada apabila menemukan ular berbisa di dalam rumah. Eni meminta masyarakat menutup lubang-lubang yang bisa dilewati ular, seperti lubang di kamar mandi, pintu yang terbuka, dan lainnya.

"Daerah yang terdampak banjir menjadi sangat rawan. Kalau bisa masyarakat selalu waspada supaya ular berbisa tidak masuk ke dalam rumah. Untuk antisipasi kami sediakan 100 vial serum anti bisa ular," tutur Eni.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini