Selanjutnya, pihaknya melakukan monitoring dan Bimtek Pengendaliannya secara bersama-sama di Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur dilanjutkan gerakan pengendalian (Gerdal hama UGF).
“Tujuannya mengenalkan hama ini ke petani dan masyarakat luas berikut cara-cara pengendaliannya, biar mereka bisa mengendalikan sendiri jika sudah tau ciri-ciri dan gejalanya,” tambah Yohanes.
Kegiatan Bimtek dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, BPTPH Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Penyuluh pertanian, Petugas pengendali hama/POPT, Camat Ile Boleng, Komandan Rayon Militer Ile Boleng, Kepala Desa Niha One, Kepala Adat, Tokoh masyarakat, petani, keluarga petani, dan pelajar Sekolah Dasar di Desa Niha One.
Di tempat yang berbeda, Kepala Seksi Pengendalian Hama Terpadu OPT Serealia, Edi Eko Sasmito menyatakan bahwa untuk menangani serangan hama UGF jagung ini Kementerian Pertanian akan mengawal penuh upaya-upaya pengendalian hama tersebut di semua lokasi pertanaman jagung di Tanah Air.
“Untuk mengantisipasi serangan hama UGF jagung ini kami minta seluruh rekan-rekan POPT untuk aktif melakukan pengamatan OPT di pertanaman jagung wilayah kerjanya masing-masing, dan apabila ditemukan serangan hama ini agar dengan cepat melaporkannya. Kita akan bersama-sama melakukan pengendaliannya secara terpadu,” ujar Edi.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa kunci keberhasilan penanganan hama UGF itu dengan menerapkan 4 (empat) prinsip dasar pengendalian hama terpadu (PHT) yaitu: