nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erupsi Gunung Merapi Tak Ganggu Penerbangan

INews.id, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 512 2167929 erupsi-gunung-merapi-tak-ganggu-penerbangan-Fek3SsbAZZ.jpg Gunung Merapi Erupsi. (Foto: BNPB)

JAKARTA – Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pagi tadi, Kamis (13/2/2020), tidak memengaruhi penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerbangan yang melalui Gunung Merapi, Jawa Tengah, masih berjalan normal.

Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu erupsi, pukul 05.16 WIB. Tinggi kolom erupsi mencapai 2.000 meter. Warga atau pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan informasi mengenai dampak erupsi."Ada abu vulkanik di daerah tertentu. Penerbangan aware terhadap hal itu," ujar Novie kepada wartawan.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengumpulkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengenai erupsi Gunung Merapi, termasuk area vulkanik dan pusat vulkanik.

"Kami juga kumpulkan data dari pilot report, kalau dia lewat situ ada abu di daerah mana saja. Kemudian lakukan tes di bandara menggunakan paper test untuk melihat apakah ada abu yang masuk ke bandara," kata dia.

Ilustrasi erupsi Gunung Merapi. (Foto: BNPB)

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, sampai saat ini belum menunjukkan ada wilayah yang membahayakan keselamatan penerbangan.

"(Penerbangan) masih normal, tetapi kita aware dan monitor ketat sebaran abu vulkaniknya," ucapnya.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik & Awan Panas

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)-PVMBG mengamati angin berhembus ke arah barat laut, sedangkan erupsi terjadi selama 150 detik. Pantauan saat ini, angin berembus tenang.

Agus mengatakan, status Gunung Berapi berada di level 2 atau ‘waspada’ sejak 21 Mei 2018. “Pada level tersebut, PVMBG merekomendasikan warga atau pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung. Warga juga diharapkan untuk mampu mengantisipasi potensi abu vulkanik, awan panas maupun letusan eksplosif," kata Agus dalam pernyataannya, Kamis (13/2/2020).

PVMBG mencatat potensi bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Selain itu, terdapat juga potensi bahaya lahar, khususnya apabila terjadi hujan di sekitar puncak gunung.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini