"Anggaran untuk Alsintan sendiri sebesar Rp 1 triliun, ini akan kita segerakan pengadaannya. Sedangkan untuk irigasi perpompaan dialokasikan sebanyak 1.000 unit di 32 Provinsi dan 285 Kabupaten Kota dan irigasi perpipaan alokasi sebanyak 138 Unit di 25 Provinsi dan 59 Kabupaten Kota," papar Sarwo Edhy.
Namun, Sarwo Edhy menegaskan, bantuan Alsintan akan dilakukan lebih selektif. Kementan menginginkan bantuan Alsintan benar-benar tepat sasaran dan dikelola berbasis bisnis.
"Bantuan Alsintan hanya diberikan kepada Kelompok Tani yang nyata memberikan kontribusi terhadap provitas. Selain itu, bantuan Alsintan juga hanya diberikan kepada UPJA (Unit Pengelola Jasa Alsintan) dan kepada Kelompok Tani yang mengelola lahan pertanian yang masuk LP2B," tuturnya.
Sarwo Edhy juga meminta seluruh Dinas Pertanian serta perangkatnya untuk turut mensosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Dirinya berharap petani memanfaatkan KUR yang bunganya hanya 6 persen untuk mengembangkan usahatani.
"Kita mendapat amanat untuk menyalurkan KUR kepada petani sebesar Rp 50 triliun. Ini harus dimanfaatkan petani untuk mengembangkan usahataninya, seperti budidaya atau membeli Alsintan. Saat ini serapan KUR sudah mencapai kurang lebih Rp 2 triliun," ungkap Sarwo Edhy.
Disamping itu, Ditjen PSP juga memberikan perhatian terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, pengembangan UPPO, bantuan pupuk organik serta pembiayaan pertanian. Sementara untuk perlindungan petani Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) juga makin ditingkatkan.