Bacok Mahasiswa, 11 Anggota Geng Maarif Garis Keras Ditangkap

Agregasi KR Jogja, · Senin 17 Februari 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 510 2169673 bacok-mahasiswa-11-anggota-geng-maarif-garis-keras-ditangkap-si4rDoMiWb.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SLEMAN - Satuan Resmob Polres Sleman menangkap 11 remaja yang mengaku dari Geng Maarif Garis Keras (MGK), Sabtu 15 Februari 2020. Dua tersangka diketahui sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan di wilayah Kasongan Bantul.

Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan menerangkan, dari 11 remaja yang diamankan, beberapa diantaranya masih berstatus pelajar SMK. Selain itu, juga ada 3 alumni yang diduga sebagai penggerak MGK.

Dua tersangka, RS (20) warga Ngestiharjo Kasihan Bantul, dan MBL alias Mayik (17), warga Karangjati Bangunjiwo Kasihan yang berperan sebagai eksekutor dilimpahkan ke Polres Bantul sesuai Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembacokan.

“Sebelum beraksi, RS sebagai pimpinan geng mengajak anak buahnya berkumpul melalui status Whatsapp. Dia mengajak balas dendam karena anak buahnya ada yang terkena bacokan saat di jalan,” kata Kasim.

 Penangkapan

Dari instruksi RS yang merupakan alumni sekolah para pelaku ini, sejumlah remaja berkumpul dan mencari sasaran untuk balas dendam. Saat mereka melintas di daerah Kasongan berpapasan dengan seorang mahasiswa AM (19), warga Baturetno Bantul.

Tanpa basa-basi, tersangka langsung menyabetkan clurit yang dibawanya hingga mengenai tangan kiri korban. Meski dalam kondisi terluka, korban berusaha mengejar pelaku hingga para pelaku melarikan diri ke wilayah Sleman.

“Saat mereka melintas di Jalan Kabupaten Dusun Kronggahan, anggota polisi curiga karena mereka naik motor pukul 02.00 dan kebut-kebutan. Bahkan menerobos lampu merah,” sambungnya.

Anggota yang tengah berpatroli kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan RS (20) dan Mayik (17) di Jalan Magelang. Setelah diinterogasi, mereka mengaku sejumlah temannya tengah berkumpul di rumah FRP (18), warga Karangjati Sinduadi Mlati. Mereka adalah FTA (17) dan DAP (17), warga Karangjati Sinduadi, FAI (19), DS (17) dan PIS (17), ketiganya warga Kecamatan Kasihan Bantul.

Selanjutnya, AGO (19) dan AR (16), warga Wirobrajan, Kota Yogya, YNS (20), warga Kecamatan Ngampilan dan FYK (22), warga Kecamatan Gondokusuman. Total ada 11 remaja yang dibawa petugas kepolisian. Polisi juga menyita barang bukti sebilah pedang dan satu buah clurit dari tangan pelaku.

“Satu tersangka diproses di Sleman karena kasus kepemilikan sajam,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudi Prabowo menambahkan, otak aksi penganiayaan ini yakni RS yang merupakan pentolan geng MGK. Awalnya mereka ingin mencari sasaran untuk balas dendam. Namun justru salah sasaran dan mengenai korban saat berpapasan di daerah Kasongan.

Dari hasil pemeriksaan, sebelum beraksi beberapa pelaku juga mengonsumsi pil. Tersangka RS menuturkan, ia mengajak juniornya untuk memburu geng sekolah lain karena tidak terima anggotanya menjadi korban geng lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini