nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Pilkada Serentak, Marak Pemalsuan Surat Perekaman E-KTP

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 12:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 519 2169621 jelang-pilkada-serentak-marak-pemalsuan-surat-perekaman-e-ktp-8OG39YcuSl.jpg Kasus Pemalsuan Surat Perekaman E-KTP di Jawa Timur Terbongkar (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Kasus pemalsuan dokumen negara seperti surat perekaman E-KTP dan akta kelahiran serta surat keterangan domisili marak terjadi di Jatim akhir-akhir ini. Anggota Ditreskrimum Polda Jatim berhasil meringkus pelaku pemalsuan dokumen tersebut.

Identitas tersangka diketahui berinisial AS (44) warga asal Blitar. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah dokumen negara yang dipalsukan, dan puluhan stempel dari tingkat desa kecamatan, hingga Dispenduk. Polisi juga menyita laptop untuk dijadikan barang bukti.

Baca Juga: Pilkada 2020, Desmond : Gerindra Dukung yang Pasti Menang 

Kasus Pemalsuan Surat Perekaman E-KTP di Jatim (foto: Okezone/Syaiful Islam)

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menjelaskan, menjelang pelaksanaan pilkada serentak pihaknya berhasil mengungkap kasus pemalsuan dokumen negara seperti surat perekaman E-KTP. Salah satu contohnya ada orang Sukabumi dibuat di Ngawi.

"Pemalsuan dokumen negara ini dilakukan untuk kepentingan pemilukada. Untuk tahun ini ada 270 pemilukada seluruh Indonesia," terang Luki pada wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut Luki, pihaknya akan kerjasama dengan KPU, Dispenduk capil serta instansi terkait. Sehingga kasus serupa bisa diantisipasi dan mampu ditekan. Untuk kasus ini, tersangka sudah melakukan pemalsuan dokumen sekitar 7 bulan.

"Keuntungan yang didapat tersangka sekitar Rp 1 miliar. Satu orang biayanya senilai Rp 2 juta untuk satu paket surat seperti keterangan domisili, akta kelahiran dan perekaman E-KTP," paparnya.

Luki menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan ada jaringan yang lain. Jaringan pemalsuan dokumen negara ini sangat berbahaya.

Baca Juga: Yakin Menang di Pilkada Solo, Gerindra Sebut Gibran Titisan Presiden Jokowi

Kasus Pemalsuan Surat Perekaman E-KTP di Jatim (foto: Okezone/Syaiful Islam)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini