nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berebut Lem Aibon, Pengamen Jalanan Tewas di Tangan Temannya

Mulyana, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 16:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 17 525 2169806 berebut-lem-aibon-pengamen-jalanan-tewas-di-tangan-temannya-Kw54sAWGBI.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KARAWANG - Sebanyak dua remaja yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen jalanan asal Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, terlibat duel. Akibat kejadian itu, seorang remaja tewas. Parahnya lagi, duel tersebut dilatarbelakangi hal sepele, yaitu berebut lem aibon.

Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Arifin, mengatakan, kasus ini terungkap saat terjadi penemuan mayat di dekat gedung sinyal timur, Stasiun Cikampek, pada Jumat 7 Februari 2020 lalu. Korban yang tewas yaitu, SJ (17). Korban tewas, dengan jeratan sabuk di lehernya.

"Karena penemuan mayat remaja ini, kami langsung menyelidiki kasus ini," ujar Arif, Senin (17/2/2020).

Akhirnya, pelaku pembunuhan remaja ini terungkap. Pelakunya, yakni teman seprofesi korban, yakni USA (19). Pelaku, ditangkap petugas saat sedang mabuk lem aibon di bawah jembatan layang Cikampek. Kasus pembunuhan ini, terjadi hanya gara-gara rebutan lem kayu aibon merek AA-Bon.

"Pelaku ini,asalnya dari Purwakarta. Tetapi setelah kita cari, pelaku ini memang sejak kecil tidak pernah pulang," ujarnya.

Kemudian, setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, anggotanya menemukan dia di bawah jembatan layang Cikampek. Pelaku sempat dibawa ke orangtuanya. Orangtuanya bahagia sekaligus sedih karena anaknya tidak pernah pulang. Namun, sekalinya pulang ke rumah, dia harus jadi tersangka kasus pembunuhan.

Arif menyebutkan, antara korban dan pelaku, merupakan dua remaja yang hidup menggelandang. Mereka mengamen dan menghirup lem bersama-sama.

Pembunuhan SJ ini, terjadi pada Jumat 7 Februari 2020. Sebelum terjadinya pembunuhan ini, kedua remaja tersebut terlibat adu mulut. Saat itu, pelaku USA membeli empat buah kaleng lem dengan harga Rp20 ribu.

USA kemudian berjalan menuju gedung sinyal timur Stasiun Cikampek, sembari menghisap lem. Rupanya, SJ sudah ada lokasi dan juga tengah menghisap lem. SJ kemudian meminta lem milik USA karena miliknya habis.

Sebelumnya, USA sudah memberi SJ dua kaleng lem. Tetapi karena habis, SJ kembali meminta ke pelaku, yang kebetulan membawa empat kaleng lem aibon tersebut.

"Dari situ percekcokan terjadi, hingga berbuntut pada perkelahian. Bahkan, sampai menyebabkan SJ tewas," kata Arif.

Dari hasil autopsi, SJ tewas karena jeratan sabuk milik pelaku di lehernya. Tak hanya itu, pelaku sempat memukul korban dengan batu di bagian kepala.

Saat ini, pelaku telah diamankan. Tersangka, dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.

"Ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini