Ritual Sesat Sang Ayah yang Menghabisi Nyawa Anaknya

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 340 2170945 ritual-sesat-sang-ayah-yang-menghabisi-nyawa-anaknya-jleN10obM1.jpg Hermanto, pembunuh anak kandung (foto: ist)

PEKANBARU - Satuan Reskrim Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau menangkap Hermanto (37), yang diduga membunuh anak kandungnya yang masih balita (bawah lima tahun), bernama Fadil Hermansyah. Herman mengaku pembunuhan itu karena mendapat bisikan gaib.

"Pelaku yang tidak lain ayah korban mengaku melakukan pembunuhan karena ada bisikan gaib. Pelaku mengaku sebelum dibunuh, anaknya dimasuki roh jahat. Jadi untuk mengusir roh jahat, dia harus membunuh anaknya. Jika anaknya mati maka roh jahat itu hilang. Itu yang diyakini oleh tersangka," kata Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Tersangka telah mengurung anaknya di rumah di Perumahan Griya Cipta Blok L, RT 03/RW 10 Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan. Ibu korban bernama Jumini juga ada di rumah, ia ikut menyaksikan suaminya melakukan ritual hingga menyebabkan anaknya yang berusia 3 tahun itu meninggal.

Lalu, pada 17 Februari 2020 sekira pukul 03.00 WIB, pembunuhan itu terjadi membekap mulutnya sehingga kesulitan bernapas. Kemudian dia menyobek beberapa lembar Alquran dan memasukkan ke mulut anaknya.

 Mayat

Lebih sadis lagi, kertas yang masuk ke mulut putranya itu dibakar dengan menggunakan plastik sehingga mulut Fadil mengalami luka bakar. Hermanto mengaku kembali mendapat bisikan lagi agar mengikat leher padil.

"Diapun mengambil hanger (gantungan pakaian) terbuat dari kawat dan melilitkannya di leher korban," ucapnya.

Setelah memastikkan anaknya meninggal, Hermanto dan istrinya lebih mengurung diri di rumah. Mereka mempercayai dengan kematian anaknya, roh jahat berupa sosok kuntilanak yang mereka percayai selama ini ada di dalam raga Fadil hilang.

Tetangga korban yang lama kelamaan curiga pintu rumah pelaku terkunci dari luar. Warga pun mendobrak rumah tersebut. Saat dibuka didapati Fadil sudah meninggal dunia. Sementara keduanya berada tidak jauh dari jasadnya.

Pihak kepolisian yang mendapat informasi langsung datang ke lokasi, dan mengamankan pasutri tersebut. Namun sayang, polisi tidak begitu banyak mengorek informasi dari keduanya, karena omangannya sering berubah-ubah.

"Saat diminta keterangan, mereka sering ngelantur omongannya. Untuk itu kita periksakan ke rumah jiwa untuk memastikan kejiwaannya," ucapnya.

Hermanto, pria berbadan kurus ini mengaku hanya mendapat bisikan gaib saja."Ada yang membisiki, saya sobek Alquran kemudian saya bakar," ucap pria tiga anak yang mengaku juga tidak bisa membaca Alquran itu. Sementara itu jasad korban sudah dikebumikan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini