Misteri Pembunuhan Kakak Adik di Melawi Terungkap, Seorang Saksi Jadi Tersangka

Ade Putra, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 340 2171042 misteri-pembunuhan-kakak-adik-di-melawi-terungkap-seorang-saksi-jadi-tersangka-NMRbtnjxvB.jpeg (Foto: Istimewa)

MELAWI - Misteri kematian kakak-adik, Sandi Purwanto (18) dan Aina Nursifa (4), di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat akhirnya terungkap. Keduanya adalah korban penganiayaan hingga tewas.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengatakan, Rabu (19/2/2020), pelaku penganiayaan berinisial D, tak lain adalah orang yang dikenal oleh orangtua korban.

Kapolres mengungkapkan, penyidik awalnya memeriksa sembilan saksi, baik dari pelapor maupun di tempat kejadian perkara. Tersangka termasuk salah satu saksi yang sempat diperiksa.

Hasil pemeriksaan, dugaan siapa sebenarnya pelaku mengarah kepada D. Setelah diselidiki lebih lanjut, D ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak penganiayaan ini.

"Tersangka sempat diperiksa sebagai saksi," kata Tris.

Korban penganiayaan tak hanya Sandi dan Nursifa, tapi juga ibu keduanya, Wita. Wita menjalani operasi di bagian kepala akibat. Setelah siuman, Wita baru dapat bersaksi.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Korban Wita, sempat kritis dan dioperasi di rumah sakit Pontianak. Alhamdulillah, sudah bisa diajak berkomunikasi. Yang bersangkutan menyampaikan nama (pelaku), dan apa yang terjadi,” kata Tris.

Kasus penganiayaan ini sempat menghebohkan masyarakat Melawi. Kakak-adik tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumahnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, pada Senin 17 Februari 2020. Sedangkan Wita ditemukan dalam keadaan kritis.

Ketiganya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Wita dirujuk ke rumah sakit di Pontianak.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian menemukan barang bukti yang diduga milik pelaku. "Untuk barang bukti sudah kita amankan, yakni besi shock breaker sepeda motor yang dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa korban," kata Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Primas Dyran Maestro.

Akibat perbuatannya, D kini sudah ditahan di Mapolres Melawi. Dia dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU RI Nomor 35 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 340, 338 serta 351 KUHP tentang Penganiayaan Berujung Kematian. Ancamanya adalah penjara selama 20 tahun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini