nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beli Solar 1.300 Liter Tanpa Dilengkapi Surat Izin, Nelayan Ditangkap Polisi

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 22:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 519 2172382 beli-solar-1-300-liter-tanpa-dilengkapi-surat-izin-nelayan-ditangkap-polisi-SY1OxWUj4O.jpg Tersangka Penyalahgunaan BBM Solar Bersubsidi di Sampang (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Seorang nelayan diamankan anggota Polres Sampang, Madura, Jawa Timur karena diduga telah menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Sebab nelayan ini beli solar dengan jumlah besar tanpa surat izin resmi.

Identitas tersangka diketahui berinisial M (45) warga Desa Asemjaran, Kecamatan Banyuates, Sampang. Kini tersangka meringkuk dibalik jeruji besi mapolres Sampang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Baca Juga: Sudah Beraksi 20 Kali, Komplotan Curanmor di Surabaya Ditembak 

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang, menyatakan tersangka ditangkap anggota Sat Resmob usai menerima laporan dari masyarakat, setelah tersangka membeli BBM di SPBU wilayah pantai utara (Pantura) Kecamatan Ketapang pada Kamis 13 Februari 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Tersangka menggunakan mobil pick up L 300 bernopol M 9948 NA warna hitam dengan membawa 38 jeriken total berisi 1.300 liter solar. Solar tersebut siap dijualbelikan kepada nelayan atau pelanggan lain.

"Berdasarkan laporan masyarakat, anggota kami langsung bergerak, terjun melakukan penyelidikan untuk memastikan di lapangan," ucap Riki, Jumat (21/2/2020).

Riki menyebutkan, selama di perjalanan petugas membuntuti dan mencegat kendaraan mobil tersangka. Begitu berhenti, anggota melakukan pemeriksaan mobil tersangka. Hasilnya, ternyata benar bermuatan BBM subsidi sebanyak 38 jerigen berisi 1.300 liter solar.

Kepada penyidik, tersangka mengaku masih minim pengetahuan terhadap larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar atau membeli dengan jumlah besar tanpa surat izin resmi betentangan dengan hukum.

Baca Juga: Polisi Ringkus Komplotan Pencuri dan Penadah Motor di Sampang Madura 

"Tujuan dari pelaku yang masih awam dan kurang paham pada larangan, murni guna mencari tambahan penghasilan. Karena melawan hukum, terpaksa kami amankan," ujar Riki.

Akibat tindak pidana tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Adapun ancaman hukumannya penjara 6 tahun.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini