KLATEN – Tanggul Sungai Mlese sepanjang enam meter di Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, jebol, Jumat 21 Februari 2020, pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan sekira 30 hektare sawah yang ditanami padi terendam.
Tak hanya itu, jalan penghubung Dukuh Jombor (Desa Jabung)-Desa Mlese tak dapat dilewati karena ikut terendam. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tanggul di Sungai Mlese tergolong langganan jebol setiap tahunnya.
Kepala Dusun (Kadus) I Mlese, Rebino menjelaskan, tanaman padi yang terendam air Sungai Mlese sudah berumur 20 hari-45 hari. Hal itu menyebabkan kerugian mencapai Rp120 juta.
“Sebelum tanggul jebol itu, hujannya memang lebat sekali. Hujan sejak pukul 14.00 WIB. Jika tak segera surut dalam waktu satu pekan, tanaman padi yang terendam pasti gagal panen. Ini saja, kondisi tanaman padi pasti akan layu. Pertumbuhannya sudah tidak optimal. Kerugian per hektare berkisar Rp4 juta,” ucapnya.
Baca juga: Petani Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Tertimpa Tumpukan Rumput Seberat 40 Kg