nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha di Pekanbaru Jadi Korban Pembunuhan, Mobil Terbakar

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 25 Februari 2020 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 25 340 2173832 pengusaha-di-pekanbaru-jadi-korban-pembunuhan-mobil-terbakar-21ytvqGbnG.jpg Pengusaha di Pekanbaru ditemukan tewas. (Foto: Okezone.com/Banda H Tanjung)

PEKANBARU - Seorang pengusaha di Pekanbaru, Riau bernama Syamsul Bahri ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka. Diduga korban yang berprofesi sebagai pengusuha tepung itu dibunuh.

Jenazah korban ditemukan di semak-semak tepi jalan Petapahan, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Sementara mobil korban ditemukan hangus terbakar.

"Kasusnya dalam penyelidikan kita. Pihak keluarga sudah melaporkan korban hilang selama beberapa hari," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang kepada Okezone, Selasa (25/2/2020).

Korban ditemukan oleh warga pada 24 Febuari 2020 sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga di Jalan Uka, Pekanbaru. Namun sebelum diserahkan, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

"Kasusnya juga ditangani oleh Polres Kampar dan Polda Riau. Motifnya masih dalam penyelidikan," tukasnya.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Paur Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra mengatakan, jenazah ditemukan dalam posisi terlentang dan hanya menggunakan celana dalam. Dari kondisi fisik, diduga kuat korban dibunuh.

"Posisi tangan korban terhimpit badan, kulit mengelupas, mata ditutup lakban dan kepala dipenuhi belatung. Selain itu, di samping korban ditemukan sehelai jaket warna hitam," imbuh Deni.

Sementara itu, Elsa (36), istri korban mengatakan suaminya sudah hilang sejak 19 Febuari 2020. Sebelum hilang korban pamitan hendak menjumpai temannya yang juga pengusaha.

"Terakhir komunikasi, dia mau pamit mau bertemu temannya. Temannya itu saya kenal dan memang mereka sering berjumpa," ujarnya.

Dia mengatakan, setelah berpamitan, tak ada lagi komunikasi dengan korban. Nomor ponsel korban juga tidak aktif.

“Setelah itu ada beberapa orang ke rumah meminta kunci mobil dan STNK mobil kami. Apakah mereka ada kaitannya, kita tidak tahu," kata Elsa.

Elsa meminta pihak kepolisian segara mengusut kasus tersebut dan mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini