Terbukti Suap Wali Kota Medan, Isa Ansyari Dipenjara 2 Tahun

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 27 Februari 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 608 2175112 terbukti-suap-wali-kota-medan-isa-ansyari-dipenjara-2-tahun-FhFBLAI4VU.jpg Majelis Hakim Tipikor Medan Menjatuhkan Vonis 2 Tahun Penjara Kepada Isa Ansyari (foto: Okezone/Wahyudi AS)

MEDAN - Majelis Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun kepada Isa Ansyari. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan itu juga dijatuhi pidana denda senilai Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Isa Nasyari dipidana setelah terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin senilai Rp530 juta.

Baca Juga: KPK Dijadwalkan Periksa Eks Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Agama Medan 

Perbuatan Isa, melanggar ketentuan yang diatur dan diancam dengan Pasal 5 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin. Menjatuhkan oleh karena itu hukuman 2 tahun penjara. Menjatuhkan pidana denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan,"sebut Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut Isa pertama kali memberi suap untuk Eldin pada Maret 2019. Isa menyetor duit Rp20 juta selama empat bulan berturut-turut untuk Eldin sebagai bentuk loyalitas.

Isa juga disebut menyediakan uang Rp200 juta untuk kebutuhan operasional Eldin saat menghadiri acara 30 tahun sister city Medan-Ichikawa, Jepang. Uang diminta karena ada kekurangan dari anggaran kunjungan.

"Uang sejumlah Rp200 juta yang diberikan terdakwa kepada Dzulmi Eldin lewat Samsul Fitri," ucap hakim.

Hakim juga menyatakan Isa bersalah memberi duit Rp250 juta kepada Eldin lewat Samsul pada Oktober 2019. Uang itu diberikan secara bertahap, yakni Rp200 juta dengan cara transfer dan Rp50 juta dengan penyerahan langsung kepada Andika.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu, lebih rendah dari tuntutan jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya Jaksa KPK menuntut Isa dengan pidana penjara selama 2,5 tahun dan denda Rp250 juta.

Baca Juga: KPK Reka Ulang Kasus Suap Wali Kota Medan 

Atas vonis itu, Kuasa Hukum Isa menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara hakim menyatakan pikir-pikir.

Dalam perkara tersebut, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin serta Kasubag Protokoler Pemko Medan, Syamsul Fitri sebagai tersangka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini