Wali Kota Medan Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 11 Juni 2020 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 608 2228394 wali-kota-medan-nonaktif-divonis-6-tahun-penjara-dan-denda-rp500-juta-kzbOaGIWmK.jpg Wali Kota Medan nonaktif, Tengku Dzulmi Eldin. (Foto : Sindo/Sutikno)

MEDAN – Wali Kota Medan nonaktif, Tengku Dzulmi Eldin, dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp500 juta subsidair 4 bulan kurungan.

Eldin dihukum lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima hadiah atau janji berupa uang dari sejumlah bawahannya dengan nilai total mencapai Rp2,155 miliar.

Vonis terhadap Eldin dibacakan Ketua Majelis Hakim, Abdul Aziz dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/6/2020) siang.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Dzulmi Eldin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 6 tahun, denda Rp500 juta, subsider 4 bulan kurungan," kata Abdul Azis dalam amar putusannya.

Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin. (Sindo/Sutikno)

Selain itu, Dzulmi Eldin dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah terdakwa menjalani pidana pokok.

Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan Primair Pasal 12 huruf a Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Adapun hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya. Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan berlaku sopan selama persidangan," tutur majelis hakim.

Sidang tersebut digelar secara daring menggunakan telekonferensi video. Dzulmi Eldin tidak dihadirkan di ruang sidang. Ia mendengarkan pembacaan putusan melalui layar monitor di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin Dituntut 7 Tahun Penjara

Begitu juga dengan tim Penuntut Umum KPK. Mereka menyaksikan jalannya persidangan melalui layar di gedung KPK. Sedangkan tim penasehat hukum terdakwa tampak hadir dalam sidang itu.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK yang sebelumnya menuntut Dzulmi Eldin selama 7 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsider 6 bulan kurungan, dan pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

Dalam dakwaan KPK, Dzulmi Eldin bersama-sama Samsul Fitri selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Protokol Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Medan (penuntutan dilakukan terpisah) melakukan perbuatan korupsi pada sekitar Juli 2018-15 Oktober 2019.

Dzulmi melalui Samsul disebut menerima uang total Rp2,155 miliar dengan maksud agar terdakwa tetap mempertahankan para kepala OPD/pejabat eselon II lainnya dalam jabatannya masing-masing di Pemkot Medan.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK

Eldin juga memerintahkan Samsul Fitri yang juga orang kepercayaannya untuk meminta uang kepada Kepala OPD di lingkungan Pemko Medan untuk membayar operasional kegiatannya antara lain dana keberangkatan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Tarakan Kalimantan Utara.

Selanjutnya dana untuk perjalanan selama menghadiri undangan acara "Program Sister City" di Kota Ichikawa, Jepang, 15 - 18 Juli 2019. Dalam kunjungan itu, Eldin membawa Samsul Fitri beserta keluarganya yang tidak berkepentingan, seperti istri dan anaknya, serta memperpanjang waktu kunjungan itu selama tiga hari.

Baca Juga : Eks Kadis PU Penyuap Wali Kota Medan Dieksekusi ke Rutan Tanjung Gusta

Usai pembacaan putusan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan banding atau tidak. Namun baik terdakwa maupun tim penuntut KPK menyatakan masih pikir-pikir atas putusan itu.

Baca Juga : Wali Kota Medan Nonaktif Dituntut Hukuman 7 Tahun Penjara

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini