Wali Kota Medan Nonaktif Divonis 6 Tahun, Gubernur Sumut: Semoga Dia Kuat

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 608 2228828 wali-kota-medan-nonaktif-divonis-6-tahun-gubernur-sumut-semoga-dia-kuat-iE0xGnxkB1.jpg Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (Foto: Okezone)

MEDAN – Wali Kota Medan non-aktif, Tengku Dzulmi Eldin, divonis hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp500 juta karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahyamadi pun meminta kasus yang menjerat Eldin dapat menjadi pelajaran untuk kepala daerah lainnya di Sumut. Hal itu ditegaskan Edy saat dimintai komentarnya terkait vonis majelis hakim terhadap Tengku Dzulmi Eldin.

“Semoga dia (Eldin) kuat, dan semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua sebagai kepala daerah,” sebut Edy, Jumat (12/6/2020).

Edy Rahmayadi mengaku tak ingin berkomentar lebih jauh terkait kasus tersebut. Ia hanya meminta agar setiap kepala daerah, dapat menjalankan tugas pokoknya untuk mensejahterakan masyarakat.

“Apa pun keputusan itu lebih baik dihukum di dunia daripada di akhirat. Ini gambaran untuk bupati atau wali kota lain, supaya jangan terulang terus. Tugas pokok kita adalah menyejahterakan rakyat," tegas Edy.

Wali Kota Medan nonaktif, Dzulmi Eldin dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan, serta hak politiknya dicabut selama 4 tahun.

Putusan itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Abdul Azis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis, 11 Juni 2020.

Majelis hakim menyatakan Dzulmi Eldin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama, dalam hal ini telah menerima suap Rp2,155 miliar dari anak buahnya.

Baca Juga: Wali Kota Medan Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Selain pidana penjara dan denda, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Dzulmi Eldin. Hak politiknya dicabut, dia tidak berhak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani pidana pokoknya.

Dzulmi Eldin tidak dihukum sendiri. Anak buahnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Ansyari, dan Samsul Fitri dijadikan sebagai tersangka. Isa telah diadili dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan. Samsul juga sudah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 2 bulan kurungan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini