MAKASSAR - Balita perempuan berusia tiga tahun, nyaris tewas tenggelam, usai terseret arus, di kolam arus permandian Waterboom Grand Mall, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.
Beruntung korban sadarkan diri usai mendapat bantuan pernapasan oksigen oleh petugas kolam, sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Asisten Manajer Grand Waterboom Maros, Bachtiar mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, korban saat itu terjatuh ketika sedang asik bermain di depan gazebo, area kolam renang anak.
"Bocah ini dijaga oleh kedua orang tuanya di gazebo saat bermain namun saat bermain korban diduga lepas dari pengawasan orang tuanya," kata Bachtiar kepeda Okezone Kamis 27 Februari 2020.
Sehingga korban terpeleset di tepi kolam hingga akhirnya jatuh ke dalam kolam yang arus airnya sedang bergerak dengan kedalaman 90 sampai 100 centi meter.
"Korban baru ditemukan oleh beberapa pengunjung lainnya setelah korban dilihat terbawa arus air kolam kami. Sekitar 10 meter dari lokasi pertama jatuhnya bocah tersebut," jelas Bachtiar.
Usai ditolong oleh beberpa pengunjung, bocah yang diketahui bernama Dieanha Indhie Ardiyansya, langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.
Korban adalah anak dari pasangan Andie Ardiansya dan istrinya Ina. Anaknya sempat mendapat pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan oksigen dari petugas kolam.
"Korban sempat langsung sadarkan diri saat mendapat bantuan pernapasan oksigen dan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat oleh kamibuntuk mendapatkan perawatan secara intensif," ungkap Bachtiar.
Usai mendapat perawatan di rumah sakit Dody Sardjito Auri, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, untuk dirawat dengan alat yang lebih memadai.
"Kalau sudah menjalani pemeriksaan laboratorium alhamdulillah si anak baru bisa di pulangkan oleh pihak rumah sakit," kata Bachtiar.
Sementara Kepala Polsek Mandai, AKP Ismail mengatakan korban bersama keluarganya berjumlah berjumlah sekitar 22 orang datang ke wahana air untuk berekreasi dan setibanya di kolam, mereka sekeluarga menyewa sebuah gazebo.
"Kemudian dua orang anak termasuk korban dipasangi pelampung. Selanjutnya mereka sekeluarga bermain air di waterboom tersebut," kata Ismail.
Beberapa saat kemudian korban terlepas dari pengawasan orang tuanya dan kemudian diperkirakan terpeleset di sungai buatan yang posisinya melingkar di area waterboom tersebut.
"Kolam itu berfungsi sebagai sirkulasi air dari dan masuk waterboom dengan kedalaman 90 cm," ungkap Ismail.
(Khafid Mardiyansyah)