nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raja Tak Temukan Calon yang Cocok, Parlemen Malaysia Akan Pilih PM Baru

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 09:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 28 18 2175380 raja-tak-temukan-calon-yang-cocok-parlemen-malaysia-akan-pilih-pm-baru-cefmsCILYi.jpg Mahathir Mohamad. (Foto: Reuters)

PETALING JAYA – Perdana Menteri (PM) Interim Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa parlemen akan memilih perdana menteri baru menyusul pecahnya aliansi pemerintahan Pakatan Harapan yang berkuasa. Ia juga menyatakan, jika pemungutan suara di parlemen mengalami kebuntuan, pemilu dini akan diselenggarakan.

Mahathir, yang menemui Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Kamis 27 Februari 2020, mengatakan, setelah berkonsultasi dengan seluruh 222 anggota parlemen selama dua hari terakhir Sultan Abdullah tidak menemukan calon dengan mayoritas nyata untuk memimpin negara. Karena itulah Sang Raja memutuskan untuk membiarkan parlemen melakukan pemungutan suara untuk memilih pemimpin baru pada Senin, 2 Maret 2020.

BACA JUGA: Mahathir Mohamad Mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia

“Jika majelis rendah tidak berhasil memilih seseorang dengan suara mayoritas, kita akan melangsungkan pemilu dini,” kata Mahathir pada sebuah konferensi pers, sebagaimana dilansir VOA, Jumat (28/2/2020).

Usaha yang gagal para pendukung Mahathir untuk membentuk pemerintah baru tanpa melibatkan penggantinya yang direncanakan, Anwar Ibrahim, serta pengunduran diri Mahathir pada Senin, 24 Februari 2020, menyebabkan aliansi yang berkuasa sejak kurang dari dua tahun lalu mengalami perpecahan.

Padahal aliansi itu, sebelumnya, berhasil mendongkel koalisi yang telah memimpin negara itu selama 61 tahun pada pemilu terakhir.

BACA JUGA: Baru Mengundurkan Diri, Mahathir Mohamad Kembali Dilantik sebagai PM Interim Malaysia

Baik Mahathir dan Anwar sama-sama mengincar posisi perdana menteri. Dalam kesepakatan rekonsiliasi untuk membentuk aliansi dalam menghadapi koalisi yang berkuasa, Mahathir berjanji akan menyerahkan posisi perdana menteri ke Anwar.

Namun Mahathir terus mengulur-ulur waktu dan menolak menetapkan tanggal penyerahan kekuasaan. Sebelum mengundurkan diri, ia bahkan mengupayakan pembentukan pemerintah baru tanpa melibatkan Anwar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini