Tindakan heroik kecil serupa – yang menunjukkan umat Hindu dan Muslim saling menolong – juga mulai bermunculan.
Subhash Sharma, dari Ashok Nagar, salah satu daerah yang paling parah terdampak kerusuhan, bercerita bahwa ia lari untuk membantu setelah massa membakar masjid.
"Ada ribuan orang di gerombolan dan hanya ada segelintir di masjid. Begitu saya melihatnya terbakar, saya menyalakan pompa air di rumah saya dan berlari ke sana membawa selang," kata Sharma kepada BBC Hindi.
Murtaza, seorang laki-laki dari desa yang sama, mengatakan bahwa ia ingin melarikan diri dari daerah itu, tetapi tetangga-tetangganya yang beragama Hindu memintanya agar tidak pergi.
"Mereka meyakinkan kami bahwa mereka tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kami," katanya.
Wartawan BBC Hindi Mohammed Faisal juga berbicara dengan dua orang bertetangga – seorang Hindu dan seorang Muslim – dari kawasan taman Vijay di Maujpur, salah satu daerah yang paling parah terdampak kekerasan.
Keduanya menceritakan bagaimana mereka mengumpulkan para tetangga untuk mengusir massa yang membakar kendaraan dan menghancurkan jendela di bangunan-bangunan sekitarnya.
"Pada hari berikutnya kami menutup jalan utama dan para warga berkumpul dan duduk di luar," kata salah satu dari pria itu, Jamaluddin Saifi.
Warga di sana juga membentuk "komite perdamaian" – terdiri dari umat Hindu dan Muslim – yang mendatangi rumah ke rumah untuk memberi tahu warga agar tidak percaya desas-desus dan menjaga anak-anak di dalam.
Sementara ibu kota India berusaha untuk pulih dari kekerasan, kisah-kisah inilah yang memberi penduduk sedikit harapan bahwa kehidupan pada akhirnya akan kembali normal.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.