nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Perjanjian AS-Taliban, Menlu Retno Bertemu dengan 6 Tokoh dari Negara Lain

Stefani Patricia, MNC Media · Sabtu 29 Februari 2020 20:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 29 18 2176229 jelang-perjanjian-as-taliban-menlu-retno-bertemu-dengan-6-tokoh-dari-negara-lain-Gl0DmOBjTj.jpg Menlu Retno Marsudi bertemu Gareth Bayley, utusan khusus Inggris untuk Afghanistan dan Pakistan di Doha, Qatar. Foto/Kemenlu)

DOHA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengadakan beberapa pertemuan dengan tokoh negara lain di Doha, Qatar. Pertemuan dilakukan sebelum penandatanganan perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Taliban. 

Stefani Patricia, jurnalis iNews TV yang berada langsung di Doha melaporkan bahwa Menlu Retno sudah melakukan pertemuan dengan 6 pihak yang terlibat. 

“Yang pertama Menteri Luar Negeri Norway (Norwegia), Menteri Luar Negeri Uzbekistan, Menteri Luar Negeri Qatar, dengan utusan khusus presiden Amerika Serikat untuk Afghanistan, kemudian utusan khusus Jerman untuk Afghanistan juga, dan juga wakil Inggris yang menangani isu Afghanistan ini,” tutur Retno, Sabtu (29/2/2020). 

Indonesia menjadi satu dari 5 negara yang mengajukan diri menjadi fasilitator perjanjian perdamaian AS-Taliban. Empat negara lainnya yakni Jerman, Norwegia, Uzbekistan dan Kazakhstan. 

“Jadi dari 6 pertemuan itu intinya adalah kita semuanya sepakat untuk mendukung proses perdamaian yang ada di Afghanistan,” ujar Menlu Retno. 

Ia berharap penandatanganan perjanjian perdamaian AS-Taliban menjadi sebuah awal langkah dari proses panjang.

“Karena perjanjian ini adalah antara Amerika dan Taliban, sementara yang akan menentukan masa depan Afghanistan adalah bangsa Afghanistan sendiri. Mereka adalah masyarakat atau wakil atau orang-orang Afghanistan itu sendiri," papar Retno. 

Dalam proses ini, lanjut Retno, Indonesia lama melakukan koordinasi, kolaborasi, komunikasi kontak dengan berbagai pihak yang terlibat untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan. 

“Tentunya kita melakukan engagement dengan pemerintah Afghanistan. Kita juga melakukan engagement dengan Taliban, kita melakukan engagement dengan Amerika, Norwegia, Jerman, Qatar tentunya, dengan Uzbekistan dan lain-lain, " ungkapnya. 

Retno menekankan bahwa Indonesia sebagai salah satu dari co-fasilitator untuk proses perdamaian di Afghanistan bersedia memberikan kontribusi apa pun untuk melihat masyarakat Afghanistan hidup dalam damai. (fzy)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini