Tak hanya itu, dirinya memastikan laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) sudah terakreditasi dan terverifikasi badan kesehatan dunia alias WHO. "Laboratorium harus terakreditasi WHO, itu persyaratannya. Tapi syarat utama tidak boleh bisa dipengaruhi oleh pihak ketiga apapun, konflik kepentingan tidak boleh, apapun itu, harus jujur dilaporkan apa adanya," tukasnya.
Baca Juga : Umrah Dihentikan Sementara, 1.685 Jamaah Indonesia Tertahan di Negara Transit
Sebagai informasi sejumlah sampel pasien suspek korona telah masuk dan diujikan di laboratorium tersebut. Dari hasil uji laboratorium PCR darah, kultur darah, PCR sputum, kultur sputum, serta sab nasofaring sejumlah pasien suspek korona dinyatakan negatif.
Hal ini pula yang sempat mengundang keheranan dunia internasional, terutama WHO yang membuat perwakilan WHO di Indonesia sempat melakukan inspeksi di laboratorium milik Kemenkes tersebut.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.