Kantor Disdukcapil Tersambar Petir, Pelayanan Lumpuh

Agregasi KR Jogja, · Minggu 01 Maret 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 01 510 2176415 kantor-disdukcapil-tersambar-petir-pelayanan-lumpuh-iMKgeaHvIZ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KARANGANYAR - Hujan petir yang melanda daerah Karanganyar, Karangpandan, Jawa Tengah menyebabkan pelayanan administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar lumpuh, usai perangkat servernya tersambar petir, pada Rabu 26 Februari 2020 malam. Pelayanan terhenti sampai waktu yang tak bisa ditentukan.

Kepala Disdukcapil Karanganyar Any Indrihastuti mengatakan, sambaran petir mengenai perangkat router mikrotik, UPS server dan sejumlah komputer client. Nonaktif tiga perangkat itu menyebabkan unggah data dan koneksinya gagal.

“Kantor dinas tetap buka. Tapi untuk keperluan pelayanan pengurusan adminduk tidak bisa. Harus menunggu selesainya perbaikan,” kata Any kepada KRJogja.

Pantauan KRJogja di kantor Disdukcapil ada pemberitahuan, pelayanan dapat pulih setelah perbaikan. Namun sayangnya, tidak disebutkan kepastian kapan pelayanan kembali normal. Biasanya, kantor ini melayani hingga 125 pemohon perhari. Akibat problem itu, pelayanan hanya berlaku untuk pengambilan dokumen yang sudah selesai diproses seperti e-ktp yang telah dicetak, KK, surat kematian, KIA dan sejenisnya. Kemudian legalisasi dokumen.

 Hujan

Selain perangkat elektronik tersambar petir, sejumlah komputer meja dan monitor juga mengalami kerusakan akibat konsleting.

Any mengatakan, problem tersebut baru pertama kali dialaminya. Cuaca tak bersahabat ternyata berakibat fatal terhadap kelancaran pelayanan yang bergantung sistem informasi elektronik. Ia telah melaporkan kondisi tersebut ke petugas di Pemprov Jateng supaya perbaikan dilakukan segera.

“Teknisinya dari provinsi. Kita menunggu kedatangannya. Sekarang pelayanan di kantor tidak bisa semuanya. Yang kena jaringan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Itu di luar kemampuan kami,” katanya.

Untungnya, ia sudah selesai mencetak 23 ribu keping e-ktp milik pemegang surat keterangan (suket). Sebelumnya, Disdukcapil sudah meminta blangko E-KTP dari pemerintah pusat sebanyak 16 ribu keping pada Kamis (20/2). Kemudian memohon lagi di provinsi Jawa Tengah dan mendapat 4 ribu keping.

“Proses pencetakan dilakukan selama lima hari sejak Jumat (21/2). Saat proses pencetakan, semua alat cetak E-KTP per kecamatan di bawa ke sini,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini