Bela Afghanistan, AS Lancarkan Serangan Pertama ke Taliban Usai Kesepakatan Perdamaian

Agregasi VOA, · Kamis 05 Maret 2020 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 18 2178413 bela-afghanistan-as-lancarkan-serangan-pertama-ke-taliban-usai-kesepakatan-perdamaian-mHLbrqgkbs.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap pasukan Taliban di Afghanistan, hanya beberapa hari setelah menandatangani kesepakatan perdamaian dengan kelompok militan itu di Qatar.

Juru bicara militer AS, Kolonel Sonny Leggett, dalam cuitan di Twitter mengatakan serangan itu merupakan serangan pertama AS terhadap Taliban dalam 11 hari.

BACA JUGA: Sepakat Damai dengan AS, Taliban Akan Tetap Serang Pasukan Afghanistan

Ia mengatakan, serangan bela diri itu dilakukan untuk membalas serangan Taliban terhadap pasukan pemerintah Afghanistan di Provinsi Helmand, Afghanistan Selatan. Leggett menambahkan bahwa pasukan Taliban telah melakukan 43 serangan terhadap pasukan Afghanistan pada Selasa, Maret 2020 di Helmand.

Leggett menyerukan agar Taliban menghentikan serangan-serangan itu dan memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan yang ditandangani pada 29 Februari antara para pemimpin mereka dan utusan perdamaian AS Zalmay Khalilzad di Doha, Qatar. Perjanjian itu membuka jalan bagi penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Dilaporkan VOA, Kamis (5/3/2020), Leggett mengatakan pasukan AS bertanggung jawab membela sekutu Afghanistannya sesuai kesepakatan antara pemerintah AS dan pemerintah Afghanistan.

Pada Selasa, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan seorang pemimpin Taliban, menjadikannya presiden AS pertama yang diyakini pernah berbicara langsung dengan kelompok militan yang bertanggung jawab atas kematian ribuan tentara AS dalam perang selama hampir 19 tahun di Afghanistan.

BACA JUGA: Penantian 18 Tahun Perjanjian Damai AS - Taliban

Sementara Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, menyusul kesepakatan itu, AS akan segera menarik sebagian pasukannya dari Afghanistan.

Penarikan pasukan itu akan mengubah jumlah tentara yang bertugas di sana dari sekitar 13.000 menjadi hanya 8.600 di negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini