Share

Antisipasi Korona, Korut Akan Tembak Mati Warga China Bila Mendekati Perbatasan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 18 2179035 china-peringatkan-warganya-bisa-ditembak-jika-dekati-perbatasan-korea-utara-u5bbRwGL07.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Otoritas Tiongkok memperingatkan warganya untuk menjauhi perbatasan dengan Korea Utara, yang telah melarang orang-orang dari China untuk masuk ke wilayahnya demi mencegah penyebaran virus korona baru atau Covid-19. Warga China yang mendekati perbatasan berisiko ditembak oleh penjaga Korea Utara.

Warga daerah perbatasan mengatakan peringatan itu disampaikan melalui pemberitahuan tertulis yang dirilis Pemerintah China pekan ini. Peringatan tersebut menjadi indikasi terbaru tentang seberapa serius Korea Utara menangani ancaman virus tersebut.

BACA JUGA: Korea Utara Tembak Mati Pasien Terduga Virus Korona

China dan Korea Utara berbagi perbatasan sepanjang 1.400 km yang mudah dilintasi, terutama di musim dingin, ketika sungai yang memisahkan negara membeku, memungkinkan orang untuk menyeberang.

Warga kota Jian dan Baishan di China diperingatkan bahwa orang-orang yang berada terlalu dekat dengan perbatasan mungkin akan ditembak. Hal itu disampaikan oleh tiga orang yang menerima pemberitahuan tersebut, sebagaimana dikonfirmasi Reuters.

"Kami diberitahu bahwa kami mungkin akan terbunuh jika terlalu dekat dengan daerah perbatasan,” kata seorang pemilik restoran di Jian yang tidak mau disebutkan namanya. Kota Jian dipisahkan dari Korea Utara oleh Sungai Yalu.

Menurut pemberitahuan yang dikeluarkan pekan ini, warga dilarang memancing, merumput, atau membuang sampah di dekat sungai tersebut.

BACA JUGA: Kim Jong-un Tawarkan China Bantuan untuk Tangani Wabah Virus Korona

Korea Utara telah meminta China untuk memperketat kontrol perbatasan agar warga negaranya tidak tertembak dan terbunuh ketika Korea Utara menaikkan penilaian ancaman virus korona ke level tertinggi, katanya.

"Organ-organ keamanan publik akan memantau perbatasan 24 jam sehari dan siapa pun yang ditemukan akan menghadapi penahanan administratif" oleh polisi Tiongkok, demikian disampaikan pihak berwenang dalam pemberitahuan itu.

"Pelanggar akan ditembak," tambah pemberitahuan tersebut, yang berarti oleh penjaga perbatasan Korea Utara.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Seorang pejabat propaganda Jian, yang menolak disebutkan namanya, dikonfirmasi melalui telepon bahwa kantor kontrol perbatasan kota mengeluarkan peringatan serupa dalam sebuah pesan teks.

"Selama periode pencegahan epidemi, kegiatan apa pun termasuk memancing di Sungai Yalu atau berteriak ke Korea Utara di seberang sungai sangat dilarang," kata kantor itu dalam pesan tersebut, meski tidak mengatakan apa pun mengenai peringatan penembakan.

Pejabat itu mengatakan kata-kata pada pesan itu mungkin berlebihan di beberapa bagian.

Tidak diketahui apakah kota-kota lain juga mengeluarkan peringatan seperti itu, sementara Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentarnya.

Pada Januari, Korea Utara mengatakan kepada agen-agen perjalanan bahwa mereka menutup perbatasannya untuk para pelancong dari China, memotong salah satu dari sedikit sumber pendapatan eksternal negara itu.

Tidak jelas berapa banyak perdagangan antara kedua negara yang berlanjut, tetapi sumber-sumber yang bekerja di dekat perbatasan mengatakan banyak perdagangan resmi dan tidak resmi terpengaruh.

Aktivis yang bekerja dengan para pengungsi Korea Utara mencoba untuk pergi melalui China mengatakan bahwa penutupan perbatasan telah membuat perjalanan yang sebelumnya sudah berbahaya hampir mustahil dilakukan.

"Di perlintasan perbatasan, personel yang bertanggung jawab atas inspeksi dan karantina melaksanakan tugasnya dengan cara yang bertanggung jawab untuk sepenuhnya mencegah penyebaran virus ke negara," demikian dilaporkan kantor berita Korea Utara, KCNA pada bulan lalu. (dka)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini