nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Warga Gunungkidul Derita Demam Berdarah, 2 Orang Meninggal Dunia

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 06 510 2179491 ratusan-warga-gunungkidul-derita-demam-berdarah-2-orang-meninggal-dunia-u4liFSDmIt.jpg Foto Ilustrasi Okezone

GUNUNG KIDUL - Sebanyak 334 warga Gunungkidul menderita Demam Berdarah Dengue (DBD), dan telah menjalani rawat inap dan penanganan intensif di sejumlah rumah sakit.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Gunungkidul, Sumitro mengatakan, dalam kasus tersebut dua orang korban meninggal dunia.

"Tingginya kasus DBD diantaranya disebabkan karena rendahnya pemahaman masyarakat terkait kesehatan lingkungan. Data yang masuk merupakan pasien pulang rawat,” kata Sumitro.

Untuk wilayah sebaran wilayah endemik DBD berada di sejumlah kecamatan, di antaranya adalah Kecamatan Karangmojo, Ponjong, Wonosari dan Patuk. Menurutnya, adanya peningkatan kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama masyarakat yang harus peka terhadap lingkungan sekitar.

Ditemukan kecenderungan bahwa warga memberi ruang nyamuk untuk berkembang biak. Karena itu pihaknya berharap agar ada gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sehingga tidak ada jentik nyamuk yang bisa berkembang biak.

“Dari sebanyak 334 kasus yang kita temukan terdapat satu orang meninggal yakni pasien DBD dari Kecamatan Patuk,” ucapnya.

Terpisah Kepala Dinkes, dr Dewi Irawaty MKes menambahkan, aktivitas nyamuk aedes aegypty yakni pada pagi hari yang muncul antara pukul 8.00-10.00 WIB. Sementara sore mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), selain itu juga agar menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

Untuk pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak dengan menerapkan program 3 M, (mengubur, menguras dan menutup) tempat-tempat yang berisiko jadi lokasi perkembangbiakan, nyamuk demam berdarah.

”Masyarakat hendaknya melakukan pembiasaan dan berprilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan agar terbebas dari nyamuk demam berdarah,” terangnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini