Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Pilkada 2020, PPP: Penanganan Korona Harus Lebih Serius

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2020 |08:02 WIB
 Jelang Pilkada 2020, PPP: Penanganan Korona Harus Lebih Serius
Wasekjen PPP, Achmad Baidowi (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mewabahnya virus korona atau Covid-19 cukup mengganggu beberapa agenda penting Internasional, misalnya seperti Olimpiade, Liga Inggris dan beberapa pertemuan antar-negara di dunia.

Lalu, bagaimana dengan agenda nasional di Indonesia seperti Pilkada serentak tahun 2020 dibeberapa wilayah Indonesia. Apakah masuknya virus itu akan mengganggu tahapan pesta demokrasi tersebut.

 Baca juga: Filipina Akan Umumkan Darurat Kesehatan Nasional untuk Bendung Penularan Covid-19

Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi, menjelang Pilkada 2020, sebaiknya pemerintah melalui instansi terkait harus lebih serius melakukan pencegahan dan menekan penyebaran virus yang dikategorikan mematikan tersebut.

"Memang penanganan korona harus lebih serius, karena korona rawan tersebar tak terkendali ketika melibatkan keramaian," kata Awiek sapaan akrabnya kepada Okezone, Minggu (8/3/2020).

 Baca juga: Pusat Karantina Virus Korona di Quanzhou Runtuh, Puluhan Orang Terjebak

Awiek berpandangan, Pilkada menyedot perhatian banyak masyarakat. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya apabila pencegahan virus korona lebih digalakan.

"Nah di Pilkada melibatkan banyak massa khususnya dalam pelaksanaan kampanye," ujar Awiek.

Awiek menyebut, masih ada waktu untuk lebih meningkatkan pencegahan dari virus korona tersebut sebelum masuknya tahapan awal pesta demokrasi itu.

"Pilkada masih September jadi masih ada waktu," tutup Awiek.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement