Diduga Tewas Bunuh Diri, Pasutri di Malang Tinggalkan Surat Wasiat

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 519 2181233 diduga-tewas-bunuh-diri-pasutri-di-malang-tinggalkan-surat-wasiat-7hN5nz53U8.jpg Polisi Mengunjungi Rumah Pasutri yang Ditemukan Tewas di Dusun Putungsewu, Wagir, Kabupateng Malang (foto: Polsek Wagir)

MALANG - Warga Dusun Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dibuat geger dengan penemuan sepasang suami istri (pasutri) yang meninggal dunia di rumahnya. Keduanya diduga tewas bunuh diri.

Sang suami bernama Joko Waluyo (43) yang diduga bunuh diri ditemukan menggantung dengan seikat tali di dapur rumahnya, sementara sang istri bernama Yuli Irawati (38) ditemukan meninggal dunia di kamarnya dengan kondisi mulut berbusa. Petugas kemudian menemukan tiga pucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh sang suami

Baca Juga: Petani Wonogiri Ditemukan Meninggal Sambil Peluk 3 Butir Kelapa 

Diduga Tewas Bunuh Diri, Pasutri di Malang Tinggalkan Surat Wasiat (foto: Polsek Wagir, Malang)

Kapolsek Wagir AKP Sri Widya Ningsih mengatakan, pasutri tersebut ditemukan pertama kali meninggal dunia diduga bunuh diri oleh anak sulungnya yang berinisial FR.

"Sepasang suami istri ini ditemukan meninggal dunia pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ditemukan oleh anaknya (FR) ketika bangun tidur," ujar Widya kepada media Selasa sore (10/3/2020).

Sang anak tak menaruh curiga lalu ia menuju dapur. Namun saat menuju dapur ini, FR justru menjumpai sang ayah menggantung dengan seutas tali di leher.

FR pun mencoba membangunkan ibunya, namun saat akan dibangunkan ternyata sang ibu sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Sang anak pun berteriak minta tolong kepada tetangganya yang diteruskan dengan melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.

"Suaminya meninggal dunia karena gantung diri dengan tali tampar. Dari keterangan saksi, korban (Yuli Irawati) diduga meninggal dunia dengan cara meminum racun. Namun belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematiannya, yang jelas petugas menemukan mulut korban mengeluarkan busa. Mungkin karena alasan itu, pihak keluarga mengira korban meninggal karena menenggak racun," paparnya.

Saat ini, kedua jasad telah dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat pada Selasa siang tanpa dilakukan proses autopsi kepada keduanya.

"Pihak keluarga tidak berkenan diautopsi, hal itu tercantum dalam surat pernyataan keluarga korban yang dibuat di hadapan perangkat desa setempat," pungkasnya.

Baca Juga: Siswi SMP Ditemukan Tewas Dalam Parit dengan Tertutup Pelepah Kelapa Sawit

Diduga Tewas Bunuh Diri, Pasutri di Malang Tinggalkan Surat Wasiat (foto: Polsek Wagir, Malang)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini