Warganya Melahirkan di Jalan, Bupati Lebak: Ada Perbup yang Tak Dijalankan

Rasyid Ridho , Sindonews · Rabu 11 Maret 2020 02:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 340 2181358 warganya-melahirkan-di-jalan-bupati-lebak-ada-perbup-yang-tak-dijalankan-sMZMLUj9UW.jpg Foto: Ist

LEBAK - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku akan mengevaluasi kinerja puskesmas setelah terjadinya kasus seorang ibu yang melahirkan dipinggir jalan, karena akses jauh dan kondisi jalan rusak.

Padahal, kejadian tersebut tidak akan terjadi bilamana puskesmas mengikuti peraturan bupati (Perbup) nomor 26 tahun 2016 tentang penyelenggaraan kesehatan ibu dan bayi.

"Kita sudah bicara, kita evaluasi dari puskesmas-puskesmas. Kita kan punya gerakan masyarakat melalui Perbup tahun 2016 Nomor 26 terkait dengan pemasangan bendera-bendera di rumah ibu hamil," ujar Iti kepada wartawan. Selasa (10/3/2020).

Dijelaskan Iti, pemasangan bendera di rumah agar petugas kesehatan tahu bahwa penghuni rumah sedang hamil dan perlu untuk dikontrol secara rutin. Menurutnya, langkah itu dilakukan guna menghindari kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak.

Baca Juga: Tiga Warga Lebak Melahirkan di Jalan Akibat Puskesmas Jauh

"Ternyata (Perbup) tidak dijalankan seluruh desa. Makannya kita akan merevisi perbup untuk mempertegas dan memperkuat kembali," kata Iti.

Menurutnya, revisi dilakukan untuk mengintegrasikan perbup dengan undang-undang yang berlaku, Integrasi itu guna mendorong para paraji atau dukun beranak dipidanakan jika terjadi kematian pada sang ibu maupun bayi saat proses persalinan.

Makanya nanti kita akan merubah perbup yang akan kita integrasikan dengan undang undang pidananya nanti dengan kepolisan. Ketika menghilangkan nyawa seseorang berarti dikenakan pidana, sanksinya pidana," tandas Iti.

Sebelumnya, jarak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang jauh ditambah kondisi jalan rusaknya membuat seorang ibu di Kampung Pasir Sempur, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten terpaksa melahirkan dijalan.

Peristiwa itu dialami Sari (28) saat perjalanan menuju Puskesmas yang jaraknya 20 kilometer dari rumahnya ke Puskesmas Cirinten pada hari Senin (9/3) siang. Sebab, di Kampung Pasir Sempur tidak ada Puskesmas Pembantu.

Beruntung, nyawa Sari dan buah hatinya selamat setelah dievakuasi warga ke fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini, keduanya sudah berada dirumahnya

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini