Tewas Kecelakaan Kerja, Jenazah TKI Asal Kulonprogo Dipulangkan dari Taiwan

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 13 Maret 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 510 2182638 tewas-kecelakaan-kerja-jenazah-tki-asal-kulonprogo-dipulangkan-dari-taiwan-0MK5fmbLua.jpg (Foto: Okezone.com/Kuntadi)

KULONPROGO - Seorang pekerja Migran indonesia (PMI), Riswanto (34) mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia di Taiwan pada 15 Februari 2020. Jenasahnya baru bisa dipulangkan dari Taiwan dan tiba di rumah duka di Pedukuhan Jurang Jero, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulonprogo pada Jumat (13/3/2020) dini hari.

"Satu pekerja migran atau dulu dikenal dengan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) meninggal karena kecelakaan kerja di Taiwan," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana, Jumat.

Eko memastikan korban meninggal bukan karena penyakit virus korona (Covid-19), meskipun negara tempat Riswanto bekerja terpapar virus korona.

(Foto: Okezone.com/Kuntadi)

Almarhum meninggal pada 15 Pebruari 2020 di Linkou Chang Gung Memorial Hospital. Sebelumnya, dia mengalami kecelakaan kerja di pabrik kertas tempat dia bekerja di Taoyuan Taiwan.

Baca juga: Virus Korona Berstatus Pandemi, Pencegahan Harus Lebih Giat Dilakukan

Sesuai informasi yang diterima, almarhum tertimpa pengepakan kertas di dadanya. Oleh perusahaan langsung dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong. Menurut Eko, almarhum bekerja secara legal dan diberangkatkan melalui PJTKI resmi. Semua pemulangan jenasah dan hak-haknya ditanggung oleh perusahaan, termasuk santunan hingga BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan.

Lamanya pemulangan tidak lepas dari mekanisme dan prosedur di Taiwan. Sebelum dipulangkan, terlebih dulu harus melewati persidangan. Baru pada 10 Maret proses selesai dan jenazah dibawa pulang.

"Kedutaan bersama pengurus NU cabang Istimewa Taiwan mrnangani dari proses memandikan, mengkafani hingga mensalatkan, sebelum dibawa pulang ke Indonesia," terangnya.

Jenasah almarhum akhirnya tiba di Bandara Adisutjipto pagi tadi. Rencananya, pukul 10.00 WIB nanti, jenazah akan dimakamkan di pedukuhan tersebut.

Orangtua almarhum, Sukirin mengataka, anak pertamanya ini memang sudah berkali-kali kerja di luar negeri. Sebelumnya dia bekerja di Malaysia dan dua kali di Taiwan. Pada periode kedua ini, anaknya berangkat pada bulan September 2019.

"Kedua ini baru enam bulan bekerja, dia masih bujang," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini