ASN Daerah Masih Ngantor, Begini Penjelasan Ganjar

Taufik Budi, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 512 2186115 asn-daerah-masih-ngantor-begini-penjelasan-ganjar-Ml7RlPuaXD.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG – Arahan Presiden Joko Widodo untuk bekerja dari rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), ternyata belum banyak ditepati masyarakat. Bahkan, sejumlah Pemda di Jateng juga belum menerapkan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).

Padahal ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Baca Juga: 9 Warga Positif Corona, Pemkot Bekasi Akan Tutup Tempat Hiburan Malam 

Infografis Okezone

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, sejumlah daerah belum melaksanakan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home karena beragam faktor. Kebijakan itu mesti disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah.

“Tidak ada yang libur, (yang ada) bekerja dari rumah, tidak harus semuanya. Disesuaikan dengan kemampuan sistem yang sudah ada, karena tidak bisa nanti dia tidak aware, prepare,” kata Ganjar kepada awak media, Kamis (19/3/2020).

Sementara ASN di lingkungan Pemprov Jateng telah diterapkan bekerja dari rumah berdasarkan Surat Edaran Pemprov Jateng Nomor 965/932 tentang petunjuk teknis sistem kerja aparatur negara dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona.

Baca Juga: Update Kasus Corona di Jabar, 21 Pasien Positif, 2 Meninggal, 3 Sembuh 

“Umpama di sini (Pemprov Jateng) saja, sudah kita hitung mana yang back office, mana yang tetap harus melayani,” jelas dia.

Meski demikian, dia berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jateng segera menyesuaikan untuk melaksanakan kebijakan tersebut. “Yang lain (pemda kabupaten/kota) biar segera menyesuaiakan. Ya mungkin dalam waktu satu minggu mereka akan bersiap untuk mengatur itu,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini