Pada Kamis 19 Maret, hanya sekitar 3.000 orang yang dapat menjalani pemeriksaan Covid-19 di Finlandia. Dari hasil pemeriksaan itu, pemerintah menemukan "sekitar 400 kasus" positif, kata otoritas kesehatan setempat, seraya menambahkan jumlah riil pasien positif kemungkinan 20 sampai 30 kali lebih tinggi dari angka yang ditemukan.
Salminen mengatakan Finlandia dapat memeriksa sekitar 1.500 pasien per hari, tetapi negara itu memilih tidak menggunakan seluruh alat tes yang tersedia.
"Kami tidak akan melakukan pengujian ke banyak orang, tetapi hanya ke mereka yang membutuhkan," kata Salminen, menambahkan pengujian Covid-19 bukan bagian dari pengobatan.
"Mereka yang sakit dan dapat merawat diri di rumah tidak akan mendapat manfaat dari adanya pemeriksaan ini," ujar dia.
Pemerintah Finlandia akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan Covid-19.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.