"Tidak ada [dari intervensi itu] yang tampak seperti suatu rencana nasional di bidang sosial," ujarnya.
Beberapa pasar di dekat permukiman kumuh ditutup dan para penjual yang masih menjual sayuran di trotoar mengatakan bahwa penyalur mereka tidak lagi memasok persediaan.
Penduduk Dharavi mengatakan bahwa mereka menghemat makanan dan hidup tanpa makanan mahal seperti daging kambing.
Khatun (70) menangis di tempat tidurnya ketika ia menceritakan bahwa putranya yang bekerja membuat lukisan acak tidak memiliki pekerjaan lagi.
Ajay Kewat (21), mengatakan bahwa keluarganya hanya memiliki persediaan untuk beberapa hari lagi. "Saya khawatir bahwa setelah seminggu, tidak akan ada makanan lagi," katanya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.