Share

Update Kasus Corona di Solo : 75 ODP, 4 PDP, dan 3 Positif

Bramantyo, Okezone · Selasa 24 Maret 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 24 512 2188216 update-kasus-corona-di-solo-75-odp-4-pdp-dan-3-positif-z0koBljZFq.jpg Kepala Dinas Kesehatan Solo Siti Wahyuningsih saat konferensi pers mengenai update kasus virus corona. (Foto : Ist)

SOLO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) sebanyak 3 orang. Satu di antaranya meninggal dunia.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak empat orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 75 orang.

Menurut Siti Wahyuningsih, data yang beredar mencapai 2.795 orang itu adalah perhitungan secara epidemiologi potensi risiko penyebaran.

"Terkait jumlah pasien positif corona di Kota Solo berjumlah 3 orang (1 orang meninggal dunia), kemudian PDP sejumlah 4 orang dan ODP sebanyak 75 orang. Perhitungan secara epidemiologi potensi risiko penyebaran sebesar 2795 orang," ujar Wahyuningsih dalam konferensi pers di Dinas Kesehatan Solo, Selasa (34/3/2020).

Ia megungkapkan, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan screening deteksi dini. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Sehingga penyebarannya dapat diputus sedini mungkin agar tidak menyebar ke mana-mana," ucapnya.

Kampanye Kompak Lawan Corona dan Ayo Lawan Corona

Puskesmas atau fasilitas kesehatan juga akan digerakkan untuk melaksanakan screening. Pasien dengan gejala batuk, pilek, panas akan ditempatkan di ruang tunggu berbeda.

"Suhu tubuh pasien akan diukur dan diminta untuk mengisi formulir screening. Seandainya pasien tersebut memenuhi kriteria OPD, akan dicatat dan datanya akan dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kota Solo," ujarnya.

Menurut Wahyuningsih, warga yang masuk dalam kriteria ODP diminta isolasi secara mandiri selama 14 hari untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Selama masa karantina petugas dari Puskesmas yang akan mengawasi.

Diperlukan kesadaran tinggi dari masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona sehingga tidak menyebar ke mana-mana," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini